FAC News
Private Placement Disetujui, Pelita Samudera (PSSI) Tambah Kapal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) kemarin merestui rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement.
Perusahaan ini akan menerbitkan maksimal 402,69 juta saham baru atau 8% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.
Pelita Samudera berharap mendapatkan harga minimal sebesar Rp 211 per saham.
"Kami masih finalisasi penetapan harga premium untuk saat ini dan pelaksanaannya akan berjalan tahun ini sesuai dengan aturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ungkap Harry Chan, Commercial and Operation Director PT Pelita Samudera Shipping Tbk, Senin (16/9).
Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp 211 per saham dan volume penerbitan 402,69 juta saham, maka nilai transaksi private placement itu sebesar Rp 84,97 miliar.
Calon investor penyerap saham baru tersebut adalah perusahaan asal Singapura bernama Convivial Navigation Co Pte Ltd.
Pembelian saham Pelita Samudera oleh Convivial Navigation terkait dengan kerjasama jual-beli kapal.
Asal tahu, Pelita Samudera berniat membeli satu kapal kargo curah atau motor vessel (MV) dari Convivial Navigation seharga US$ 7,53 juta.
Kapal kelas handysize tersebut keluaran tahun 2009. Skema pembayarannya terdiri dari 20% tunai dan 80% dalam bentuk penjualan kepemilikan saham.
Angkut nikel
PSSI perlu menambah jumlah kapal demi mengantisipasi potensi kenaikan jasa pengangkutan di masa mendatang.
Faktor penggeraknya adalah kebutuhan komoditas batubara, pembangunan fasilitas pemurnian konsentrat mentah atawa smelter dan pembangkit listrik.
Aset baru tersebut bakal menggenapi jumlah kapal kargo curah mereka menjadi enam unit.
Selain angkutan batubara, sejak tujuh bulan terakhir PSSI mulai merambah pengangkutan nikel.
Tanpa menyebutkan identitas pelanggan, mereka mengaku sudah meneken kontrak pengangkutan lima tahun dengan salah satu perusahaan nikel terbesar di Indonesia.
PSSI berharap, tahun depan bisnis jasa pengangkutan nikel bisa menyumbang 12% total pendapatan.
Selain kapal kargo curah, PSSI juga berniat membeli dua set kapal tunda dan kapal tongkang baru pada semester II 2019.
"Dengan penambahan armada kapal di tahun 2019, total pertumbuhan aset diproyeksikan meningkat sekitar 32% dari 2018," terang Harry.
Selama tiga tahun terakhir dari 2016 Pelita Samudera menambah 28 unit kapal MV dan meningkatkan kapasitas sampai tujuh kali lipat atau menjadi 206.000 deadweight tonnage (dwt) tahun ini.
Untuk jenis kapal tongkang, kapasitas pengangkutan mereka telah tumbuh 43% menjadi 290.000 metrik ton.
Sejalan dengan itu, PSSI berharap kinerja keuangan 2019 mendaki. Mereka mengejar pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sekitar 11% year on year (yoy) dan pertumbuhan laba bersih 22% yoy.
Pendapatan usaha selama semester I tahun ini US$ 36,13 juta.