FAC News
Jasa Armada (IPCM) Tetap Optimistis Laba 2019 Tumbuh 30%, ini Pendorongnya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) optimistis strategi ekspansi pasar yang mulai efektif berjalan pada kuartal keempat tahun ini bisa memacu kinerja keuangan perseroan. Dengan demikian target pertumbuhan laba sebesar 30% sepanjang 2019 yang dipatok manajemen Jasa Armada bisa dicapai. Sejauh ini kinerja keuangan Jasa Armada hingga akhir kuartal III 2019 masih tertekan. Pendapatan anak usaha PT Pelindo II ini menurun dibandingkan realisasi pendapatan di periode yang sama setahun lalu atau year on year (yoy).
Alhasil, kondisi itu berimbas kepada penurunan laba bersih.
Mengacu laporan keuangan per 30 September 2019, emiten berkode saham IPCM di Bursa Efek Indonesia ini mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp 68,82 miliar atau turun tipis 1,33%. Jumlah tersebut setara 74% dari target laba tahun ini Rp 93 miliar. Laba IPCM menyusut karena pendapatan bersih turun 9,92% menjadi Rp 491,69 miliar. Perinciannya, pendapatan dari jasa pelayanan kapal penundaan turun 8,69% menjadi Rp 437,66 miliar. Pendapatan jasa pengangkutan juga turun cukup dalam, dari Rp 24,18 miliar menjadi hanya Rp 1,12 miliar. Namun, Jasa Armada mengantongi pendapatan jasa pemanduan senilai Rp 10,61 miliar. Di periode yang sama tahun lalu, pos pendapatan ini belum ada.
Nah, Chiefy Adi Kusmargono, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk menyatakan, pendapatan jasa pemanduan bakal semakin besar hingga akhir tahun nanti. Pasalnya, IPCM baru saja mendapatkan proyek jasa pandu tunda di Telok Melano dan Kendawangan, Kalimantan Barat. "Ini akan menambah pendapatan usaha Rp 25 miliar per tahun," jelas Chiefy dalam keterangan tertulis Kamis (31/10) pekan lalu.