FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Jalan Bagi Agung Podomoro (APLN) Mengejar Marketing Sales Masih Jauh

Administrator - 06/11/2019 09:59

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga akhir September 2019, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp 1,4 triliun.

Pencapaian itu masih jauh dari target marketing sales di sepanjang tahun ini yang senilai Rp 3 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk, Justini Omas, menjelaskan perolehan marketing sales ini masih berasal dari proyek Podomoro Park di Bandung, Podomoro Golf View di Medan, dan Borneo Bay City di Balikpapan.

"Memang sejak awal APLN menargetkan marketing sales hingga akhir tahun sebesar Rp 3 triliun dan hingga saat ini Agung Podomoro belum merevisi target tersebut," jelas dia kepada KONTAN, Selasa (5/11).

Marketing sales APLN masih rendah lantaran pasar properti masih lesu. Di dua bulan terakhir tahun ini, APLN berupaya menggenjot penjualan.

Upaya tersebut tercermin dari strategi APLN yang mulai gencar ekspansi ke secondary city seperti Karawang, Bogor, Bandung, Balikpapan dan Batam untuk mengembangkan pasar landed house.

Di daerah tersebut, tanah masih luas dan memungkinkan untuk membangun proyek landed house.

Apalagi, saat ini konsumen cenderung mencari properti yang harganya di bawah Rp 1 miliar.

Pada tahun depan, Agung Podomoro Land masih harus mengonsolidasikan bisnisnya dan menyelesaikan sejumlah proyek yang masih berjalan.

Misalnya, proyek Podomoro Park Bandung yang baru tahap penjualan.Di sisi lain, meski pasar properti di sepanjang tahun ini belum bergairah, isu pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur membawa berkah bagi proyek APLN di kawasan tersebut.

Alhasil, proyek Apartemen Borneo Bay City di Balikpapan kebanjiran investor.

Pasalnya, pegawai Hyundai Engineering Co Ltd memborong ratusan unit Apartemen Borneo Bay City Balikpapan.

APLN telah meneken kesepakatan dengan Hyundai terkait sewa jangka panjang untuk ratusan unit apartemen di Borneo Bay City.

"Dalam kesepakatan tersebut, kami meneken kerjasama untuk penyewaan 300 unit apartemen selama tiga tahun senilai Rp 60 miliar," ungkap dia.

Justini bilang, apartemen ini rencananya untuk hunian pegawai Hyundai yang sedang bertugas di Balikpapan.

Apartemen ini dibangun di atas lahan sekitar 10 hektare (ha), yang mana seluas 5 ha adalah lahan pengembangan baru.

Borneo Bay City dikembangkan dengan konsep superblok. Konsep ini merupakan kawasan hunian terpadu yang di dalamnya terdapat high-rise building untuk perkantoran dan apartemen, mal dan pusat pertokoan untuk kegiatan niaga dan wisata belanja, serta tempat menarik sebagai destinasi wisata.

Apartemen Borneo Bay City merupakan proyek lama yang penjualannya sempat terhenti karena harga komoditas di Kalimantan Timur turun.

Namun setelah isu pemindahan ibu kota bergulir, properti Kalimantan Timur kembali bergairah.

Filter