FAC News
GELAR RIGHTS ISSUE, BANK SYARIAH INDONESIA BAKAL TERBITKAN 6 MILIAR SAHAM
IQPlus, (18/8) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue.
"Perseroan berencana melepas sebanyak 6 miliar lembar saham seri B bernilai nominal Rp500 per saham. Saham Baru tersebut akan diterbitkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,"terang Manajemen BRIS dalam prospekts ringkas Selasa (16/8).
BRIS sebagai salah satu institusi keuangan (perbankan) berdasarkan prinsip syariah di Indonesia, memiliki kinerja yang cukup baik di tengah pandemi Covid-19. Aset Perseroan saat ini berada di peringkat tujuh secara nasional sekaligus menjadi bank syariah terbesar di Indonesia.
Seluruh indikator keuangan Perseroan memiliki kinerja yang cukup optimal. Perseroan memiliki visi untuk menjadi top 10 Global Sharia Bank dengan aspirasi aset Rp500 triliun pada tahun 2025 dengan Return On Equity (ROE) lebih dari 18%.
Untuk mencapai aspirasi visi tersebut, Perseroan melakukan ekspansi pertumbuhan baik secara organik maupun anorganik. Perseroan memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 15% sampai tahun 2025.
"Untuk mendukung rencana tersebut, Perseroan membutuhkan tambahan permodalan (ekuitas) agar Capital Adequacy Ratio (CAR) Perseroan dapat mencapai lebih dari 20% pada akhir tahun 2025, dimana saat ini CAR Perseroan berada di kisaran 17%.,"tegas Manajemen BRIS mengenai pengaruh rights issue terhadap kondisi keuangan.
Hal tersebut juga sesuai dengan average CAR Top 10 National Bank dan menjaga level of comfort market. Dengan rencana PMHMETD I, Perseroan akan memiliki kecukupan modal yang baik dengan CAR lebih dari 20% dan penambahan profitability yang optimal bagi pemegang saham dengan proyeksi dan Return On Equity (ROE) lebih dari 20%.
Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya, maka persentase kepemilikannya atas Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 12,73%.
BRIS berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD I (setelah dikurangi dengan biaya-biaya dan pengeluaran-pengeluaran terkait emisi saham baru), untuk penyaluran pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan.
Untuk melancarkan aksi korporasi ini, BRIS Akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum pemegang Saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada tanggal 23 September 2022.