FAC News
BSI BAGI DIVIDEN Rp1,51 TRILIUN DARI LABA 2025
IQPlus, (6/5) - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo menyatakan perseroan membagikan dividen tunai sebesar 20 persen dari total laba bersih tahun buku 2025, atau sekitar Rp1,51 triliun.
Ia mengatakan, berdasarkan alokasi dividen per lembar saham ditetapkan sebesar Rp32,81, seperti yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT BSI Tahun Buku 2025 yang digelar hari ini.
“Dividen untuk tahun buku 2025 dibagikan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya dicatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan atau tanggal pencatatan,” ucap Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Selasa.
Ia menuturkan, besaran dividen tersebut naik 44 persen dari tahun sebelumnya. Dividen tunai pada tahun lalu ditetapkan 15 persen dari laba bersih tahun buku 2024, atau mencapai Rp1,05 triliun, dengan besaran dividen per lembar saham Rp22,78.
Informasi mengenai waktu pembagian dividen nantinya akan diumumkan lebih lanjut oleh manajemen perseroan.
"Direksi diberi kuasa dan izin dengan hak substitusi untuk melakukan, satu, menetapkan jadwal dan tata cara Pembagian yang berkaitan dengan pembayaran dividen untuk tahun buku 2025 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dua, pemotongan pajak dividen sesuai peraturan perpajakan yang berlaku," kata Anggoro.
Sementara itu, 80 persen dari laba bersih tahun buku 2025, atau sebesar Rp6,05 triliun, ditetapkan sebagai saldo laba ditahan.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan aset, pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melebihi rata-rata industri perbankan nasional sepanjang tahun 2025, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 16,20 persen yoy menjadi Rp380 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan tumbuh 12,58 persen yoy menjadi Rp318 triliun, melampaui pertumbuhan pembiayaan perbankan nasional yang berada di angka 7,74 persen year-on-year (yoy) maupun pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sebesar 7,67 persen yoy.
Kinerja positif tersebut mendorong peningkatan laba bersih sebesar 8,02 persen yoy menjadi Rp7,57 triliun pada tahun 2025, sedangkan total aset perseroan per Desember 2025 mencapai Rp456 triliun, atau tumbuh 11,64 persen yoy.