FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Baru Gunakan 31% Anggaran Belanja Modal, Ini Alasan Indofood (INDF)

Administrator - 22/08/2019 09:23

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 7 triliun tahun ini.

Selain lebih kecil 23% dibanding tahun lalu, serapan capex Indofood (INDF) juga belum optimal.

Hingga akhir semester pertama lalu, Indofood (INDF) baru menggunakan capex sebesar Rp 2,2 triliun.

Jumlah tersebut hanya sekitar 31% dari anggaran capex yang tersedia.

Thomas Tjie, Direktur Indofood, menjelaskan, serapan capex belum mencapai 50% di pertengahan tahun ini lantaran beberapa divisi masih menunggu mesin yang dipesan dari luar negeri.

Karena itu, Indofood belum bisa menggunakan capex.

Salah satu alokasi capex di paruh pertama tahun ini adalah untuk pembangunan pabrik.

Indofood berniat menambah kapasitas produksi sebanyak 1.200 ton per hari.

"Pabrik akan aktif beroperasi menjelang kuartal empat tahun ini," jelas Direktur INDF Fransiscus Welirang, Rabu (21/8).

Asal tahu saja, capex dikucurkan untuk sejumlah divisi bisns.

Sebesar Rp 3,5 triliun dialokasikan untuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Sementara, Bogasari dan Agribisnis masing-masing mendapat Rp 1,4 triliun dan Rp 1,9 triliun.

Lalu, untuk segmen distribusi disiapkan capex Rp 200 miliar.Franciscus menyebut, Indofood akan menambah kapasitas mesin produksi tepung terigu 1.500 ton per hari di pabrik Cibitung.

Sampai saat ini prosesnya masih dalam masa konstruksi. Targetnya akan selesai pada 2020.

Indofood juga tidak memusingkan sumber pendanaan untuk ekspansi meski Citigroup urung menyalurkan fasilitas pinjaman senilai US$ 140 juta bagi Indofood.

Thomas mengatakan, selama ini Indofood sendiri jarang mencairkan pinjaman dari Citigroup.

Pada saat yang bersamaan, perusahaan ini juga masih memiliki sumber pinjaman dari pihak ketiga lainnya.

Dus, pendanaan tidak menjadi masalah. "Kami juga tidak berencana mengganti Citigroup dengan sumber pendanaan yang lain," tandas Thomas.

Baca Juga: Analis: Kinerja oke, saham Indofood (INDF) & Indofood CBP (ICBP) maintain buy

Seperti diketahui, Citigroup beberapa waktu yang lalu tak lagi bersedia memberikan pinjaman.

Alasannya, Indofood tak lagi menggunakan sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dalam bisnis perkebunannya melalui PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

Wakil Direktur Utama Salim Ivomas Paulus Moleonoto mengatakan, keanggotaan RSPO bersifat sukarela.

Untuk saat ini Grup Salim lebih memilih sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO).

Pasalnya, Indonesia saat ini sudah menjadi pemain utama CPO. Dari total produksi dunia 74 juta ton, sebesar 45 juta ton dari Indonesia.

"Peran Indonesia lebih besar, Ini dengan membandingkan produksi Indonesia yang sudah dua kali lipat di atas produksi Malaysia," jelas Paulus.

Filter