MARKET NEWS
ECONOMIC NEWS
CORPORATE NEWS

Sejumlah emiten produsen batubara di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya menambah kapasitas produksi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui akuisisi tambang. Harga batubara yang mulai membaik turut mengerek kinerja beberapa emiten. Harga batubara Newcastle di Bursa ICE untuk kontrak pengiriman Maret 2018 kemarin sempat berada di US$ 89,25 per ton. Jumlah ini sudah menanjak 15,68% dibandingkan harga di awal tahun. Ada beberapa emiten yang memiliki agenda akuisisi. Emiten (read more>>)

Rabu, 22 November 2017 - 08:55:07 WIB

Investasi proyek light rail transit (LRT) Jabodetabek dikabarkan membengkak dari semula Rp 27 triliun menjadi Rp 31 triliun. Padahal, tambahan investasi proyek ini sebelumnya diperkirakan paling besar Rp 1,5 triliun, bukan Rp 4 triliun. Meski demikian, hal ini tidak menjadi sentimen negatif bagi PT Adhi Karya Tbk (ADHI), terutama dari sisi persediaan pendanaan. "Karena yang naik itu sisi sarananya, bukan infrastruktur," ungkap Direktur Keuangan ADHI Haris Gunawan kepada (read more>>)

Rabu, 22 November 2017 - 08:54:21 WIB

Setelah memenangkan lelang frekuensi 2,1 Ghz,  Tri Indonesia segera bergerak. Yang pertama tentu saja membayar upfront fee. Sekadar mengingatkan, ada dua pemenang lelang frekuensi 2,1 GHz, yakni Tri Indonesia dan Indosat dengan nilai Rp 423,08 miliar. Setelah pengumuman, para pemenang harus segera membayar sekitar Rp 1,26 triliun (2 x upfront fee + 1 kali spectrum fee). Saat ini Tri Indonesia sedang menunggu refarming (tata ulang) kanal agar bisa menempati sesuai ketentuan. Tri akan (read more>>)

Rabu, 22 November 2017 - 08:53:52 WIB

PT Borneo Pasifik Global tahun depan menganggarkan dana US$ 50 juta untuk belanja modal plus dengan akuisisi tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Selatan. Sementara produksi batubara tahun depan juga akan naik dua kali lipat dari 2017. CEO PT Borneo Pasifik Global Rendy Halim mengatakan, rencana akuisisi tiga IUP tersebut untuk memenuhi pasokan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebanyak 2 juta ton mulai Januari 2017 sampai tahun 2029 mendatang. "Tiga IUP (read more>>)

Rabu, 22 November 2017 - 08:53:04 WIB

Kontroversi tentang siapa pengendali PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) masih berlanjut. Bursa Efek Indonesia (BEI) enggan membuka penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham META lantaran belum ada kejelasan terkait siapa pemegang saham pengendali META. Pihak BEI menuturkan, saat ini META belum memberi jawaban terkait siapa pengendali emiten ini. "Kalau dijawab pengendalinya yang punya 1,5%, saya akan pertanyakan. Bagi kami, pengendalinya yang memiliki 48,27% dan harus (read more>>)

Selasa, 21 November 2017 - 09:23:07 WIB