Efektif per 26 November 2018
Untuk informasi lebih lanjut klik disini

MARKET NEWS
ECONOMIC NEWS
CORPORATE NEWS

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah disorot terkait Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA). Hal ini karena muncul dua surat OJK yang saling bertentangan terkait RUPSLB AISA. Pertama surat OJK Nomor S-2005/PM.2018 yang dirilis 28 September 2018 untuk dewan komisaris, dan ditandatangani Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi. Dalam surat ini dinyatakan bahwa RUPSLB akan diadakan pada 22 Oktober (read more>>)

Senin, 22 Oktober 2018 - 16:10:53 WIB

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang logistik yakni PT Dewata Freight International Tbk berencana untuk mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini berencana melepaskan 300 juta lembar saham yang ekuivalen dengan 20,79% dari saham yang ditempatkan dan disetor perusahaan. Dalam aksi penawaran umum ini, setiap pemegang saham juga berhak atas waran yang dibagikan oleh perusahaan. Setiap 5 saham baru, nantinya berhak untuk memperoleh 1 waran. PT Erdhika Elit (read more>>)

Senin, 22 Oktober 2018 - 16:07:10 WIB

Dalam waktu dekat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera mengeluarkan aturan mengenai layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi (equity crowdfunding). Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK, Luthfy Zain Fuady mengatakan aturan ini sebagai jawaban dari kebutuhan dari pelaku kelas Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum bisa memanfaatkan pasar modal. “Bulan ini sudah masuk pada tahap RDK (Rapat Dewan Komisioner), setelah itu antara 10 hingga 15 (read more>>)

Senin, 22 Oktober 2018 - 10:39:25 WIB

Rilis laporan keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk diperkirakan mampu menjadi katalis positif untuk mencatatkan reversal dari pelemahan kemarin yang tampak dari penguatan di akhir sesi I perdagangan hari ini sebesar 25 poin ke level 7.225. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2018 (tanpa audit), BNI membukukan pertumbuhan pada pendapatan bunga sebesar 11% (yoy) menjadi Rp39,42 triliun dari Rp35,39 triliun dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, dari (read more>>)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:51:55 WIB

Pelemahan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan setengah hari pertama Jumat (19/10/2018) akhir pekan ini salah satunya dipengaruhi kondisi bursa utama dunia yang saling berguguran.  Hingga penutupan sesi I indeks terpantau melemah, meski tipis yaitu turun 0,06% ke level 5.841. Nilai perdagangannya mencapai Rp 2,5 triliun, adapun investor asing pada hari ini mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 123 (read more>>)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:27:55 WIB