MARKET NEWS
ECONOMIC NEWS
CORPORATE NEWS

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) masih irit bicara mengenai wacana divestasi saham Australia and New Zealand Banking Group Ltd. (ANZ).  Kabar ini padahal sudah berhembus sejak lama, hanya saja hingga hari ini belum ada sinyal ANZ akan melepas kepemilkan sahamnya di bank buku empat tersebut.  Sempat berhembus kabar, konsorsium investor yang dipimpin CA Capital dikabarkan tertarik membeli saham Bank Panin. ANZ, seperti (read more>>)

Rabu, 17 Juli 2019 - 09:53:41 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten properti PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA) pada akhir perdagangan Selasa sore ini (16/7/2019) ditutup dengan pelemahan 24,77% ke harga Rp 322/saham, dari posisi penutupan perdagangan Senin kemarin di harga Rp 428/saham. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mencatat saham perusahaan yang dimiliki juga oleh Michael Riady, generasi ketiga konglomerasi bisnis Grup Lippo ini diperdagangkan sebanyak 43,53 juta saham, dengan nilai (read more>>)

Rabu, 17 Juli 2019 - 09:50:24 WIB

IQPlus, (17/07) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan efek PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) di pasar negosiasi sesi I perdagangan sejak 17 Juli 2019 ini. Menurut BEI disebutkan perseroan telah menyampaikan rencana untuk melakukan delisting dari Bursa Efek Indonesia dan go private. Berdasarkan hal tersebut maka BEI memutuskan suspensi di pasar negosiasi sehingga perdagangan efek perseroan akan dihentikan di seluruh pasar efektif mulai sesi I hari (read more>>)

Rabu, 17 Juli 2019 - 09:26:21 WIB

IQPlus, (16/07) - Hingga periode 30 Juni 2019, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp4,61 miliar. Dari hasil bersih IPO Rp641,58 miliar, perseroan sudah menggunakan sebanyak Rp636,98 miliar yang antara lain untuk belanja modal sebesar Rp412,52 miliar serta pembayaran dimuka kewajiban utang Rp224,46 miliar. Sisa dana hasil IPO tersebut kini disimpan sebesar Rp691,23 juta dalam bentuk rekening giro rupiah Bank CIMB Niaga dan (read more>>)

Selasa, 16 Juli 2019 - 14:13:43 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan bisnis emiten farmasi diperkirakan akan lebih tinggi dari proyeksi Kementerian Perindustrian. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan, pertumbuhan industri farmasi, obat kimia dan obat tradisional tahun ini sekitar 9%. Emiten farmasi BUMN, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bahkan berani menargetkan pertumbuhan penjualan tahun ini mencapai 20%. KAEF optimistis targetnya akan tercapai. Manajemen KAEF menyebut kinerja positif sudah tampak semester (read more>>)

Selasa, 16 Juli 2019 - 09:03:30 WIB