FAC News
Realisasi Produksi Darma Henwa di 2019 Naik, Tetapi Masih Di Bawah Target
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk membukukan pertumbuhan produksi batubara di tahun lalu. Emiten yang menggunakan kode saham DEWA di Bursa Efek Indonesia itu mencatat produksi sepanjang 2018 sebesar 16,94 juta ton, naik 27% year-on-year (yoy).
Pertumbuhan produksi sejalan dengan peningkatan volume pengupasan lapisan batuan penutup atau overburden removal (OB). Tahun lalu, Darma Henwa mencatat volume pengupasan sebesar 119,73 juta bank cubic meter (bcm), atau tumbuh 17,54% yoy.
Namun yang patut dicatat, kinerja produksi yang meningkat itu masih di bawah target emiten itu. Untuk produksi, misalnya, hasil yang dicapai Darma Henwa hanya setara 99,65% dari target awal. Sedangkan, realisasi overburden removal setara 95,25% dari target di 2019.
Corporate Secretary & Chief Corporate Service Officer Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi menyatakan, target volume pengupasan lapisan batuan penutup dan produksi batubara untuk 2020 belum ditetapkan
Alasannya, manajemen masih melaksanakan proses penyusunan rencana kerja tahunan. Namun kami berharap target kinerja operasional di tahun 2020 akan lebih baik daripada tahun sebelumnya, ujar dia, Rabu (22/1).
Menurut Mukson, beberapa strategi telah disiapkan untuk mendongkrak kinerja operasional tambang, di antaranya meningkatkan produktivitas alat berat dan optimalisasi jam tenaga kerja operator.Darma Henwa juga bekerja sama dengan mitra strategis untuk mendorong peningkatan kinerja pertambangan. Tak cuma itu, DEWA telah siap untuk menjaga produktivitas sepanjang musim penghujan.
Caranya, perusahaan kontraktor pertambangan ini menyediakan alat pendukung operasi dalam jumlah yang cukup agar kegiatan operasional pertambangan tetap berjalan lancar.
Darma Henwa juga akan menggulirkan sejumlah proyek pertambangan non-batubara. Mukson menyebutkan, salah satu proyek yang sudah dipegang oleh DEWA adalah pekerjaan infrastruktur, penambangan dan pengelolaan emas di Arinem, Garut, Jawa Barat. Berdasarkan catatan KONTAN, proyek tersebut bernilai Rp 14,7 miliar.
Lantas, masih terdapat tiga proyek yang masuk dalam pipeline Darma Henwa. Proyek tersebut antara lain pekerjaan tambang seng dan timah di Dairi, Sumatra Utara, proyek penambangan emas dan tembaga di Tumbulilato, serta proyek penambangan emas dan tembaga di Palu.
“Sampai saat ini proyek-proyek tersebut masih dalam proses persiapan dan pembicaraan dengan klien untuk ke tahap selanjutnya,” ujar Mukso.