FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Prospek Bisnis Consumer Goods Belum Pasti, Tigaraksa (TGKA) Pilih Wait and See

Administrator - 03/01/2020 08:53

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) kemungkinan tidak akan menggelar ekspansi besar-besaran pada tahun ini.

Pasalnya, permintaan produk fast moving consumer goods (FMCG) diperkirakan belum meningkat signifikan di sepanjang 2020.

Presiden Direktur PT Tigaraksa Satria Tbk Lianne Widjaja memproyeksikan, konsumsi FMCG di tingkat ritel pada tahun ini tumbuh single digit saja.

Kondisi tersebut belum banyak berubah, kecuali ada faktor pendorong seperti penyaluran bantuan sosial oleh pemerintah ke masyarakat sehingga mengungkit daya beli.

Di sisi lain, Lianne menyebutkan penerapan omnibus law di masa mendatang bisa meningkatkan investasi baru bagi industri FMCG.

Lebih lanjut, dia mengemukakan, Tigaraksa Satria akan mempertimbangkan kembali untuk melakukan investasi berskala besar setelah ada gambaran yang lebih pasti dan positif terkait pertumbuhan ritel FMCG di kuartal kedua tahun 2020.

Alhasil, manajemen TGKA belum dapat membagikan secara mendetail anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) di sepanjang tahun ini.

Pada tahun lalu, Tigaraksa Satria hanya mengalokasikan dana capex secara efisien senilai Rp 29 miliar.

Keperluannya sebagian besar untuk merevitalisasi kebutuhan perkantoran dan gedung.

TGKA optimistis pertumbuhan sektor FMCG pada tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

Meski demikian, perusahaan ini belum membeberkan target bisnis tahun ini.

Hingga akhir kuartal III-2019, TGKA meraih penjualan bersih Rp 10,28 triliun, naik 15,8% year on year (yoy).

Di periode tersebut, pendapatan segmen bisnis educational product tumbuh paling tinggi di antara segmen bisnis lainnya, yakni mencapai 58% yoy menjadi Rp 442,37 miliar.

Sementara kontribusi terbesar masih dipegang produk susu, snack dan peralatan rumah tangga senilai Rp 9,57 triliun per akhir September 2019 atau tumbuh 15% yoy.

Filter