FAC News
Produksi Batubara BOSS Melonjak 101% Tapi Laba Bersih Anjlok 94,07%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di pengujung tahun ini, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) masih berupaya menggenjot produksi batubara.
Maklumlah, kinerja keuangan perusahaan ini belum cukup memuaskan.
Mengacu pada laporan keuangan kuartal III-2019, BOSS membukukan pendapatan senilai Rp 189,46 miliar.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 3,40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 183,22 miliar.
Direktur Keuangan PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk, Widodo Nurly Sumady, mengatakan, peningkatan pendapatan itu merupakan buah dari strategi perusahaan yang menggenjot produksi batubara berkalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur rendah.
Jenis batubara ini diminati pasar. BOSS menjual mayoritas batubara ke pasar ekspor.
Saat ini, pangsa pasar ekspor terbesar Borneo adalah ke Jepang, yakni sebesar 90% dari total pasar ekspor, diikuti Korea Selatan dan Filipina masing-masing sebesar 5%.
Namun tren penurunan harga batubara global turut berdampak terhadap kinerja BOSS.
Selama sembilan bulan di tahun ini, laba bersih BOSS tergerus 94,07% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,79 miliar.
Di periode yang sama tahun lalu, emiten ini meraih laba bersih Rp 30,22 miliar.Di akhir kuartal ketiga tahun ini, BOSS mencatatkan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 15,38% (yoy) menjadi Rp 118,11 miliar.
"Kenaikan itu disebabkan pengaruh peningkatan beban produksi dan pengembangan wilayah tambang," ujar Widodo, Senin (4/11).
Meski begitu, manajemen BOSS mengklaim masih berada di jalur yang benar untuk mencapai kinerja positif di sepanjang tahun ini.
Apalagi, kinerja operasionalnya terbilang bagus. Lihat saja, hingga akhir September 2019, BOSS mampu memproduksi 342.515 ton batubara atau menanjak 101% (yoy).
BOSS optimistis bisa memenuhi target produksi batubara tahun ini yang berkisar 600.000-800.000 ton.
Demi mencapai target itu, BOSS melalui anak usahanya, PT Pratama Bersama, telah meneken perjanjian fasilitas kredit modal kerja dengan Bank Resona Perdania senilai US$ 3,5 juta pada pertengahan tahun ini.
Pendanaan itu untuk mengerek produksi dari tambang batubara BOSS.
"Saat ini kami dapat berproduksi rata-rata 75.000 ton per bulan atau naik dari rata-rata produksi tahun lalu 25.000 ton per bulan," sebut Widodo.