FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Kontrak Terganjal Perizinan, Kinerja Total Bangun Persada (TOTL) Ikut Tertekan

Administrator - 31/10/2019 09:26

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencetak penurunan kinerja keuangan selama sembilan bulan tahun ini.

Pendapatan usaha mereka turun 2,99% year on year (yoy) menjadi Rp 1,95 triliun.

Sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih berkurang hingga 25,80% yoy menjadi Rp 143,16 miliar.

Pendapatan usaha Total Bangun turun karena realisasi sejumlah kontrak pekerjaan mengalami keterlambatan lantaran terganjal masalah perizinan.

"Berkurangnya perolehan kontrak tahun ini juga mempengaruhi penurunan pendapatan," terang Mahmilan Sugiyo, Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada Tbk saat dihubungi KONTAN, Rabu (30/10).

Sementara perolehan kontrak baru Total Bangun juga jalan di tempat. 

Selama kuartal III-2019, perusahaan berkode saham TOTL di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku tak mendapatkan tambahan kontrak baru.

Alhasil, capaian kontrak baru per Oktober 2019 masih sama seperti periode sebelumnya yakni Rp 1,61 triliun atau sekitar 81% dari target yang dibidik sepanjang 2019.

Kendati demikian, Total Bangun masih optimistis dengan target awal yang sudah ditetapkan.

Sampai akhir 2019 nanti, mereka membidik pendapatan usaha sebesar Rp 2,3 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 175 miliar.Perlu diketahui, target kinerja keuangan Total Bangun tahun ini lebih kecil jika dibandingkan dengan realisasi kinerja tahun lalu.

Pada tahun 2018 kemarin, pendapatan usaha tercatat Rp 2,78 triliun atau turun 5,44% yoy.

Sementara laba bersih mereka sebesar Rp 208,67 miliar atau berkurang 14,66% yoy.

Supaya target tahun ini tak meleset, Total Bangun fokus pada strategi awal yakni membidik pekerjaan gedung bertingkat kelas premium.

"Perusahaan masih tetap fokus sebagai kontraktor pelaksana gedung bertingkat kelas premium dengan mengutamakan diferensiasi yang dimiliki," tutur Mahmilan.

Sebagai informasi sumber pendapatan usaha Total Bangun terbagi menjadi pendapatan jasa konstruksi dan pendapatan lain.

Dari Januari-September 2019, pendapatan jasa konstruksi mendominasi hingga Rp 1,93 triliun atau setara dengan 98,97% terhadap total pendapatan usaha.

Sementara pendapatan usaha lain meliputi sewa properti Rp 10,40 miliar dan sewa peralatan Rp 5,49 miliar.

Selama sembilan bulan tahun ini, terdapat tiga mitra usaha Total Bangun yang mencatatkan nilai transaksi lebih dari 10% terhadap total pendapatan usaha.

Ketiganya yakni PT Verde Permai dengan nilai Rp 259,72 miliar, PT Chitaland Perkasa dengan nilai transaksi Rp 200,03 miliar dan PT Putragaya Wahana dengan nilai transaksi Rp 199,17 miliar.

Filter