FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Kejar Pertumbuhan 10%, Aneka Gas (AGII) Incar Pendapatan Rp 2,60 Triliun

Administrator - 18/12/2019 10:00

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) optimistis bisa mencapai kinerja keuangan yang lebih baik pada tahun depan.

Salah satu pemicunya adalah permintaan gas industri yang terus meningkat.

Direktur Utama PT Aneka Gas Industri Tbk, Rachmat Harsono, memproyeksikan hingga tutup tahun ini mereka bisa mencatatkan pertumbuhan pendapatan berkisar 10%-14% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sebagai patokan, pada 2018, Aneka Gas membukukan pendapatan sebesar Rp 2,07 triliun.

Dengan asumsi pertumbuhan sebesar 10%-14%, maka AGII berpotensi mengemas pendapatan tahun ini di rentang Rp 2,28 triliun hingga Rp 2,36 triliun.

Nah, untuk 2020 manajemen Aneka Gas menargetkan bisa meraih pertumbuhan pendapatan sekitar 10% (yoy) menjadi Rp 2,51 triliun hingga Rp 2,60 triliun.

"Kami juga menargetkan pertumbuhan laba sejalan dengan kenaikan pendapatan," ungkap dia, Selasa (17/12).

Target tersebut cukup realistis di tengah perekonomian nasional yang masih terancam stagnan pada tahun depan.

Rachmat menyebutkan, salah satu kunci yang menjadi penentu arah kinerja AGII pada tahun depan adalah efisiensi.

Di luar itu, manajemen Aneka Gas tetap yakin permintaan gas akan mengalami peningkatan.

Hal ini sejalan dengan inisiatif pemerintah yang berupaya mendongkrak industrialisasi gas, baik di sektor hulu maupun hilir.

Yang terang, Aneka Gas akan tetap mengandalkan penjualan gas di sektor ritel untuk menopang kinerja pada tahun depan.

Segmen bisnis tersebut memang cukup dominan dalam catatan pendapatan Aneka Gas.

Di kuartal III 2019, dari total pendapatan sebanyak Rp 1,61 triliun, sebesar Rp 482 miliar atau 31% di antaranya berasal dari sektor ritel.Adapun salah satu upaya AGII untuk mendorong kinerja penjualan gas di sektor ritel adalah melakukan penetrasi dengan menyasar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, beberapa waktu lalu, AGII menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kemitraan ini untuk mengaplikasikan gas industri di sektor pertanian dan pangan.

"Penggunaan gas industri tersebut dapat mendorong produktivitas petani dan pedagang kecil," klaim Rachmat.

AGII juga akan tetap menambah produk gas baru yang ada di filling station milik mereka.

Emiten ini berencana menambah kontrak baru pada tahun depan. Namun, manajemen AGII masih menutup rapat target kontrak tersebut.

Hingga akhir kuartal III 2019, AGII telah memproses 344 kontrak baru.

Hampir 60% kontrak tersebut berasal dari sektor medis dengan nilai estimasi Rp 175 miliar.

Rachmat menjabarkan, untuk mendorong peningkatan kinerja di tahun depan, pihaknya menyiapkan dana belanja modal sekitar Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar.

Dana tersebut berasal dari kombinasi kas internal dengan utang dari pihak ketiga.

Proyeksi capex itu masih lebih rendah ketimbang capex AGII di tahun ini yang mencapai Rp 350 miliar.

Filter