FAC News
Indomobil (IMAS) Merugi, Kerugian Perusahaan Anthoni Salim di Singapura Membengkak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lengan bisnis Anthoni Salim di Singapura, Gallant Venture, membukukan kerugian yang makin besar di kuartal III-2019.
Membengkaknya kerugian tersebut, salah satunya, disebabkan oleh kerugian yang dialami oleh anak usahanya, PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS).
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, Gallant Venture membukukan pendapatan sebesar S$ 1,54 miliar. Jumlah tersebut naik 16% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh pendapatan Indomobil, sebagai anak usaha dengan kontribusi paling besar, yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, Indomobil membukukan pendapatan sebesar S$ 1,4 miliar. Jumlah tersebut naik 16,7% dibandingan periode sama tahun lalu.
Dalam keterbukaan informasi di Singapore Exchange, manajemen Gallant Venture menyebutkan, kenaikan pendapatan perusahaan terutama ditopang oleh kenaikan kontribusi Indomobil dari segmen perusahaan pembiayaan, penjualan mobil penumpang, rental kendaraan, dan bisnis distribusi bahan bakar dan pelumas.
Meski begitu, kenaikan kontribusi tersebut diimbangi oleh penjualan yang lebih rendah di segmen truk dan alat berat.
Sementara itu, entitas bisnis di luar Indomobil juga turut menyumbang kenaikan pendapatan. Segmen bisnis utilitas, kawasan industri, dan resor menyumbang pendapatan sebesar S$ 128 juta.
Meski pendapatan naik, beban penjualan Gallant Venture juga naik sebesar 18% menjadi S$ 1,24 miliar. Biaya umum dan biaya administrasi juga naik sebesar 16% menjadi S$ 156,47 juta.
Kenaikan beban penjualan Gallant Venture disebabkan oleh tingginya kenaikan beban penjualan Indomobil. Per akhir September 2019, beban penjualan Indomobil naik hingga 19,2% menjadi S$ 1,14 miliar. Sementara lini bisnis di luar Indomobil mencatatkan kenaikan beban penjualan sebesar 5,7% menjadi S$ 101,3 juta.
Belum lagi, Gallant Venture pada sembilan bulan pertama tahun ini membukukan biaya keuangan sebesar S$ 97,97 juta. Padahal, pada periode sama tahun lalu, Gallant Venture masih mencatatkan pendapatan keuangan sebesar S$ 40.000.
Alhasil, hingga akhir September 2019, kerugian Gallant Venture membengkak sebesar 67% menjadi S$ 75,6 juta. Pada periode sama tahun lalu, kerugian Gallant Venture baru sebesar S$ 45,3 juta