FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Fokus ke Bisnis Seluler, XL (EXCL) Jual Saham Perusahaan Data Center

Administrator - 27/12/2019 09:46

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjual 1,92 juta saham perusahaan patungan, PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC) ke Princeton Digital Group (PDG).

Nilai penjualan kepada investor, pengembang, dan operator infrastruktur internet berbasis di Singapura tersebut mencapai Rp 90,87 miliar.

Head of Corporate Communications EXCL Tri Wahyuningsih menuturkan, dana hasil penjualan akan digunakan untuk modal kerja atau operasional.

"Pasalnya, nilainya kecil dan bukan termasuk transaksi material," jelas dia, Kamis (26/12).

Kedua pihak telah mencapai kesepakatan ini pada 3 Juli 2019.

Tetapi, baru mendapat pemberitahuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 19 Desember 2019.

Dalam transaksi jual-beli kepemilikan ini, PDGDC juga menerbitkan 1,4 juta saham baru untuk PDG.

Saat ini, EXCL menggenggam 30% saham PDGDC, sedangkan Princeton Digital Group menguasai 70%.

Perusahaan patungan ini memiliki modal dasar Rp 10 miliar. Jumlah modal 100.000 saham dengan nilai nominal Rp 100.000.

Dalam keterbukaan informasi Senin (23/12), Sekretaris Perusahaan EXCL Murni Nurdini mengatakan, XL menjual kepemilikan pada perusahaan patungan karena akan fokus ke bisnis seluler dan teknologi.

"Sehingga pengelolaan data center ditangani secara profesional oleh perusahaan patungan tersebut," kata dia.

EXCL tertarik mendirikan perusahaan patungan karena pasar data center berkembang pesat di Indonesia.

Perpaduan antara pengalaman XL dan keahlian PDG di bidang telekomunikasi dan teknologi akan membawa dampak positif bagi perusahaan patungan.

EXCL memiliki lima data center di Indonesia. Sementara itu, layanan data center PDG dan infrastruktur lainnya beroperasi di China, Singapura, Indonesia dan India.

Meskipun melihat prospek cerah, kontribusi bisnis data center terhadap pendapatan EXCL belum signifikan.

Pendapatan yang dicatat sebagai pendapatan dari jasa telekomunikasi lainnya ini hanya berkontribusi 2,4% terhadap pendapatan di September 2019 sebesar Rp 18,72 triliun.

Filter