FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Alat Berat Jadi Pegangan SMSM di 2020

Administrator - 04/12/2019 09:55

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Selamat Sempurna Tbk menargetkan pertumbuhan penjualan bersih dan laba bersih masing-masing sebesar 5%-10% untuk tahun 2020.

Target itu sejalan dengan strategi penguatan bisnis komponen alat berat atau heavy duty.

Asal tahu, utilitas produksi pabrik Selamat Sempurna di Tangerang (Banten) dan Jakarta saat ini 50%. Sementara utilitas pabrik di Malaysia kurang lebih sebesar 60%.

Rendahnya utilitas karena efek dari perubahan penggunaan mesin dari semula untuk memproduksi komponenn otomotif menjadi komponen alat berat.

Karena utilitas tak maksimal, Selamat Sempurna mengakui jika kuantitas produksi menurun.

Namun perusahaan berkode saham SMSM di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut menyebutkan, nilai penjualan meningkat setelah semakin banyak memproduksi komponen alat berat.

Sejak 2013 Selamat Sempurna memang mulai mengurangi kapasitas produksi komponen otomotif.

"Aksi ini dilakukan untuk mengantisipasi industri kendaraan listrik yang akan digandrungi beberapa tahun ke depan sementara kami tidak masuk ke industri suku cadang kendaraan listrik," kata Ang Andri Pribadi, Direktur Keuangan PT Selamat Sempurna Tbk ditemui KONTAN, Selasa (3/12)

Menurut catatan Selamat Sempurna, 23% penjualan kini berupa komponen alat berat.Lantas dalam lima tahun hingga 10 tahun ke depan, mereka ingin kontribusi penjualan komponen alat berat menguasai 90% dari total penjualan konsolidasi.

Agar rencana bisnis 2020 berjalan mulus, Selamat Sempurna menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 100 miliar-Rp 150 miliar.

Anggaran tersebut untuk mengganti mesin produksi yang sudah lawas dan menunjang otomatisasi pabrik.

Alokasi maksimal capex tahun depan sama seperti tahun ini. Selama sembilan bulan 2019, Selama Sempurna telah menyerap Rp 90 miliar atau 60% dari total anggaran capex.

Serapan dana belanja mereka memang tidak deras karena ada proses otomatisasi pabrik yang tertunda.

Tak hanya kendala internal, sepanjang tahun ini Selamat Sempurna merasakan tekanan bisnis yang cukup besar.

Sebut saja perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dan tren penurunan harga crude palm oil (CPO).

Salah satu pelanggan yakni PT Panata Jaya Mandiri mengurangi pesanan karena penjualannya turun.

Maka dari itu, Selamat Sempurna mengoreksi target pertumbuhan kinerja tahun ini yang awalnya sebesar 10%.

"Dengan kondisi turbulensi seperti ini kami menargetkan penjualan hanya bisa tumbuh single digit atau di bawah 5%," tutur Ang.

Filter