FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Restrukturitasi Utang KRAS Beres, Bank Pelat Merah Belum Sepenuhnya Lega

Administrator - 29/01/2020 09:12

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bersama seluruh kreditur perbankan telah menyepakati skema restrukturisasi baru utang produsen baja ini pada 12 Januari lalu, dengan total US$ 2,2 miliar hingga tahun 2027.

Sebelumnya, juga telah ada kesepakatan restrukturisasi dengan sebagian kreditur bank di 2019.

Harusnya, proses restrukturisasi baru ini ini menjadi kabar baik bank-bank yang mengempit kredit KRAS dalam waktu yang panjang.

Hanya, proses restrukturisasi kredit KRAS masih menyisakan sejumlah PR bagi bank. Sebab, loan at risk alias kredit berisiko bank-bank naik.

Oleh karena itu, bank sebagai kreditur maupun KRAS sebagai debitur harus berjuang keras.

Tujuannya menjaga kredit berisiko tidak kembali ke posisi kredit bermasalah.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), salah satu kreditur Krakatau Steel, mencatatkan loan at risk tahun 2019 akibat eksposur kredit ke perusahaan baja itu senilai Rp 6,4 triliun. 

Loan at risk BNI tahun lalu di angka 9,4%, naik 150 basis poin bps dibanding tahun 2018 yang sebesar 7,9%.

Pemicunya adalah kredit Krakatau Steel karena kualitas kreditnya masuk kolektibilitas 2 (special mention loan).

Tahun lalu di segmen kredit korporasi, rasionya 4,6% dari total kredit sebesar Rp 288,43 triliun, sementara di 2018 mencapai 3,9% dari total kredit Rp 262,69 triliun.

"Fasilitas kredit ke Krakatau Steel Group mencapai Rp 6,4 triliun, dan saat ini berada dalam perhatian khusus (kol 2)," kata Adi Sulistyowati, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BNI, Selasa (28/1).Dalam skema restrukturisasi yang terbagi tiga tranche, utang dalam mata uang rupiah dikenakan bunga 6%, dan dalam dollar Amerika Serikat (AS) berbunga 4%.

Hanya dalam periode restrukturisasi KRAS hanya membayar bunga 1%. Selisih beban bunga dilunasi akhir periode.

"Kami telah mengantisipasi kegagalan proses restrukturisasi dengan membentuk pencadangan Rp 2,4 triliun, setara 41% dari eksposur kredit," ujar Sulistyowati.

Tahun ini,ditargetkan pencadangan bisa dibentuk hingga Rp 5,8 triliun.

Di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), kredit kol 2 dari BUMN meningkat tajam, dari 0,86% dari total kredit Rp 101,4 triliun pada 2018 menjadi 4,29% dari total kredit Rp 97,4 triliun di 2019.

Direktur Hubungan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto bilang, eksposur BBRI ke KRAS Rp 2,8 triliun.

BRI sudah membentuk pencadangan hingga 50% dari kredit itu.

Jika dibandingkan dengan bank BUMN lain, kredit Bank Mandiri ke KRAS paling gede mencapai sebesar US$ 618,28 juta.

Jika dirupiahkan, nilainya setara dengan Rp 8,4 triliun.

Dengan restrukturisasi kredit, KRAS maupun kreditur kini bisa bernafas lega.

Hanya, perlu diingat, dengan otak-atik pembukuan seperti saat ini, sejatinya ini tak menyelesaikan masalah 100%.

Yang terpenting, sambil berjalannya adalah KRAS bisa beroperasi lebih sehat.

Filter