FAC News
Imbas Kenaikan Harga, Volume Penjualan HMSP Turun 3,2%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja operasional PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) kurang memuaskan. Total volume penjualan produsen rokok ini mengalami penurunan selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Mengutip data induk usahanya, Philip Morris International (PMI), total volume penjualan rokok HMSP 72,1 miliar batang, turun 3,2% dibanding periode sama tahun sebelumnya, 74,5 miliar batang.
Penurunan ini imbas dari naiknya harga rokok yang dilakukan sejak Oktober tahun lalu, sebagai antisipasi kenaikan cukai rokok. Tapi, saat yang bersamaan, pesaing mempertahankan harga jual. "Ini memicu gap harga dengan rokok pesaing, terutama di tingkat pengecer," tulis manajemen di keterangan resmi.
Sejatinya, tidak semua volume penjualan rokok HMSP turun. Volume penjualan rokok merek Dji Sam Soe masih naik 9,2% menjadi 23,09 miliar batang. Namun, kenaikan tersebut tak mampu mengkompensasi penurunan volume produk Sampoerna A yang turun 10,7% menjadi 26,01 miliar batang.
Imbas dari penurunan tersebut, pangsa pasar HMSP hingga September lalu turun 1,3 basis poin menjadi 31,7% dari sebelumnya 33%.
Terlebih, cukai rokok resmi naik 23% mulai awal Januari 2020. Begitu pula dengan harga jual eceran (HJE) yang bakal naik hingga sebesar 35%.Berdasarkan pengamatan KONTAN, harga jual rokok keluaran HMSP di level pengecer sudah naik. Kenaikannya bervariasi, mulai Rp 500 hingga Rp 1.000 per bungkus.
Hal ini juga juga tercermin dari total penjualan rokok di seluruh Indonesia yang mencapai 79 miliar batang per kuartal III-2019. Jumlah ini turun 1,6% dibanding periode sama tahun sebelumnya, 80,3 miliar batang.