FAC News
Hajatan IPO Sejumlah Emiten Sudah Lama Berlalu, tapi Dananya Masih Mengendap
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kendati sudah menggelar initial public offering (IPO) cukup lama, sejumlah emiten masih memiliki dana investor dalam jumlah cukup besar.
Penyerapan dana IPO yang dilakukan secara bertahap dan perubahan rencana bisnis emiten disebut menjadi penyebabnya.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) Lukman Hakim mengatakan, dana IPO belum terserap seluruhnya, sebab digunakan untuk investasi mesin.
Dengan begitu, penyerapannya bertahap, seiring peningkatan utilisasi atas kapasitas produksi kantong plastik yang tersedia.
PBID baru menyerap menyerap 75,09% dari total dana bersih Rp 305,21 miliar, meski sudah IPO sejak 4 Desember 2017.
Menurut Lukman, dana IPO PBID akan terserap 100% pada tahun 2020.
"Sisa dana IPO 25% untuk penyelesaian bangunan pabrik, pembelian mesin, serta untuk pembelian warehouse di Jawa Timur," kata dia, kemarin.
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) yang menggelar IPO 9 Oktober 2018 lalu tercatat memiliki sisa dana IPO sebesar Rp 63,58 miliar, dari total Rp 156,35 miliar.
Artinya, emiten ini baru merealisasikan 59% dana IPO. Sisa dana disimpan di deposito bank.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan MPRO Suwandy menjabarkan, dana yang belum terserap ini dialokasikan untuk pembangunan Simprug Signature, termasuk untuk membangun infrastruktur, fasilitas, sarana serta pembangunan satu tower apartemen.
"Pembangunan tower pertama diperkirakan memerlukan waktu 24 bulan," jelas Suwandy, Kamis (16/1).
Namun, ada juga yang masih akan mengulik peruntukan penggunaan dana IPO.
Misalnya PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), yang masih menyisakan dana hasil IPO pada 30 November 2017 yang sebesar Rp 254,72 miliar.
Jumlah tersebut setara dengan 31,45% dari keseluruhan dana Rp 809,88 miliar.
"Berdasarkan dinamika lingkungan usaha dan penguatan di inti bisnis, perusahaan kemungkinan besar mengusulkan perubahan penggunaan dana IPO yang akan disampaikan nanti saat RUPST," kata Nur Al Fata, Direktur Human Capital dan Pengembangan Investasi WEGE.
Kendati sudah menggelar initial public offering (IPO) cukup lama, sejumlah emiten masih memiliki dana investor dalam jumlah cukup besar.