FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Waskita Karya (WSKT) Bidik Kontrak Rp 50 Triliun Tahun Ini

Administrator - 28/01/2020 09:34

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memasang target kontrak anyar berkisar Rp 45 triliun hingga Rp 50 triliun di sepanjang tahun ini.

Senior Vice President Corporate Secretary PT Waskita Karya Tbk Shastia Hadiarti mengatakan, saat ini Waskita Karya masih fokus pada pengerjaan proyek infrastruktur. "Seperti jalan tol, bendungan, transmisi, maupun pelabuhan," kata dia kepada KONTAN, kemarin.

Untuk memuluskan rencana bisnis tahun ini, Waskita Karya menganggarkan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 25 triliun-Rp 28 triliun. Jumlah tersebut tumbuh dari proyeksi anggaran belanja modal tahun lalu yang sebesar Rp 22 triliun.

Sebelumnya, Shastia menjelaskan, alokasi anggaran capex tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan investasi perusahaan sepanjang tahun ini. Manajemen WSKT menyiapkan dana belanja ini dari berbagai sumber pendanaan.

"Untuk pemenuhan capex tersebut akan berasal dari kas internal perusahaan, pinjaman dari perbankan ataupun melalui penerbitan obligasi," ujar dia kepada KONTAN, belum lama ini.

Hingga Desember 2019, WSKT telah menerima pembayaran proyek senilai Rp 21,5 triliun. Arus kas masuk tersebut berasal dari pembayaran beberapa proyek turnkey dan proyek konstruksi lainnya nilai Rp 19,4 triliun. Pembayaran ini sejalan dengan telah selesainya beberapa proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh perseroan.

Selain itu, pada akhir tahun lalu, WSKT mendapatkan pengembalian atas piutang dana talangan tanah dari Lembaga Aset Manajemen Negara (LMAN). Total nilai pengembaliannya Rp 2,05 triliun.

Tahun lalu, Waskita Karya telah menerima pembayaran senilai Rp 22 triliun dari beberapa proyek turnkey.

Beberapa proyek itu yakni tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung senilai Rp 10,3 triliun, tol Batang-Semarang senilai Rp2,2 triliun, pembayaran proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang senilai Rp 3 triliun, serta pembayaran dari proyek-proyek konstruksi lainnya senilai Rp 15,9 triliun.

Alhasil, total kas yang diterima WSKT senilai Rp 37,5 triliun dari pembayaran proyek, baik yang dikerjakan dengan skema turnkey dan progres payment.

Proyek baru

Saat ini, Waskita Karya masih mengerjakan proyek pembangunan sejumlah ruas jalan tol yang dimiliki oleh anak usaha, PT Waskita Toll Road. Selain itu, WSKT juga menargetkan beberapa proyek investasi baru di bidang jalan tol, realty, dan infrastruktur lain non-jalan tol.Beberapa ruas jalan tol yang masih digarap oleh Waskita Karyar adalah jalan tol ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 143,25 kilometer (km), jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 111,7 km, jalan tol ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan sepanjang 60,1 km.

Kemudian, tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 25,4 km, tol Cibitung-Cilincing sepanjang 34 km, tol Cinere-Serpong sepanjang 10,1 km, dan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar. Sedangkan beberapa ruas yang digarap Waskita dan sudah beroperasi sebagian adalah tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu dan tol Depok-Antasari.

Menilik laporan keuangan perusahaan per kuartal III-2019, pendapatan berulang atawa recurring income dari pendapatan jalan tol tercatat tumbuh signifikan 700,18% year on year (yoy) dari Rp 44,07 miliar menjadi Rp 352,64 miliar.

Sampai dengan saat ini tercatat ada 11 ruas tol milik WSKT yang sudah beroperasi dan menyumbang sekitar 2% dari total pendapatan usaha.

Menurut Shastia, sebagian ruas tol tersebut mulai beroperasi tahun 2018 lalu, sehingga pendapatannya sedang dalam tahap bertumbuh. Di samping jalan tol segmen usaha realty dan energi juga menjadi sumber recurring income bagi WSKT.

Ke depan, WSKT menargetkan kontribusi recurring income yang lebih besar untuk keseimbangan portofolio pendapatan. Hingga kuartal III-2019, WSKT meraih pendapatan Rp 22,01 triliun.

Filter