FAC News
Waskita Beton Precast (WSBP) Memburu Kontrak Baru Rp 11,9 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk membidik kontrak baru senilai Rp 11,9 triliun pada tahun 2020 nanti. Target tersebut 15,53% lebih tinggi ketimbang target kontrak baru tahun ini yang mencapai Rp 10,3 triliun. Target pekerjaan Waskita Beton akan di dalam negeri dan luar negeri. Perusahaan berkode saham WSBP di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut antara lain tengah mengincar kontrak pengerjaan light rail transit (LRT) di Filipina. Mereka juga berharap kecipratan proyek ibu kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Waskita Beton tak main-main dengan perburuan proyek ibu kota baru. Saat ini mereka sedang membangun pabrik seluas 11,6 hektare (ha) di Penajam Paser Utara dengan target penyelesaian awal tahun depan. Saat beroperasi nanti, pabrik berkapasitas 250.000 ton per tahun itu bisa memproduksi box girder, PCI girder, corrugated concrete sheet pile (ccsp), square pile, U ditch dan produk pre-tension.
Asal tahu, semula pabrik Penajam Paser Utara hanya untuk memenuhi kebutuhan proyek jembatan Tol Balikpapan-Penajam. Namun belakangan, Waskita Beton memperluas peruntukannya untuk menadah peluang proyek ibu kota baru. Adapun beberapa potensi penggunaan beton pracetak dalam proyek ibu kota baru seperti perkantoran, rumah tapak, apartemen dan trotoar. Peluang lain seperti saluran terintegrasi meliputi saluran air, instalasi listrik, instalasi telepon dan air minum.
Sejalan dengan target kontrak baru, Waskita Beton juga menetapkan kinerja keuangan lebih tinggi pada depan ketimbang proyeksi tahun ini. "Tahun 2020 kami bidik penjualan Rp 10 triliun dan laba bersih diharapkan mencapai Rp 1,1 triliun," kata Agus Wantoro, Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk di Jakarta, Rabu (20/11). Sementara tahun hingga akhir tahun 2019 nanti, Waskita Beton yakin bisa membukukan penjualan Rp 7,6 triliun dan laba bersih Rp 820 miliar.
Sekitar 50%-60% pendapatan berasal dari proyek eksternal. Salah satu proyek besar eksternal yakni refinery development master plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero).
Capex lebih kecil
Perlu diketahui, proyeksi capaian kinerja Waskita Beton tahun ini lebih kecil dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Sepanjang 2018, mereka mencatatkan pendapatan usaha Rp 8 triliun dan laba bersih tahun berjalan senilai Rp 1,10 triliun. Agar target 2020 tak meleset, Waskita Beton mengalokasikan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 390 miliar. Nilainya lebih kecil ketimbang capex tahun ini karena pembangunan pabrik hampir selesai. "Sekarang tinggal tambah dermaga dan penambahan fasilitas di beberapa pabrik saja," terang Agus.
Tahun ini, Waskita Beton menyediakan capex Rp 923 miliar yang sebagian besar untuk membiayai pembangunan pabrik. Saat ini mereka sudah memiliki 11 pabrik di Klaten, Sadang, Karawang, Cibitung, Kalijati, Gasing, Palembang, Bojonegara, Prambon, Legundi dan Subang. Pabrik baru nanti akan mendongkrak kapasitas produksi dari 3,7 juta ton per tahun saat ini menjadi 4 juta ton per tahun tahun depan.