FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

VALE INDONESIA RAIH LABA BERSIH AS$76,1 JUTA DI TAHUN 2025

Administrator - 17/03/2026 09:40

IQPlus, (17/3) - PT Vale Indonesia Tbk ( INCO) mengumumkan pencapaian laba bersih sebesar AS$76,1 juta untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Perolehan tersebut tumbuh signifikan sebesar 32 persen dibandingkan capaian laba tahun sebelumnya. Peningkatan laba ini didorong oleh kinerja operasional yang solid dan disiplin efisiensi biaya, meskipun harga realisasi rata-rata nikel sedang mengalami tekanan di pasar global.

"Kinerja 2025 yang solid mencerminkan ketangguhan dalam menghadapi dinamika lingkungan pasar, serta memperkuat fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang," tulis pernyataan resmi Perseroan dalam rilis yang diterima di Kendari, Senin.

Sepanjang tahun 2025, PT Vale mencatat volume produksi nikel dalam matte sebanyak 72.027 metrik ton (t), meningkat dari posisi 71.311 t pada tahun 2024. Namun, secara triwulanan, produksi pada triwulan keempat (4T25) tercatat sebesar 17.052 t atau lebih rendah 12 persen dari triwulan sebelumnya karena dimulainya proyek pembangunan kembali Furnace 3.

Selain produk utama, Perseroan mulai memperluas portofolio melalui penjualan bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa yang mencapai 2.316.023 wet metric tons (wmt) sepanjang 2025. Blok Bahodopi menjadi kontributor terbesar dalam penjualan bijih nikel tersebut

Selain itu, pendapatan Perseroan pada 2025 tercatat sebesar AS$990,2 juta, naik 4 persen dibandingkan AS$950,4 juta pada 2024. Kenaikan pendapatan ini didukung oleh peningkatan volume pengiriman nikel matte yang mencapai 73.093 t serta penerapan tingkat payability nikel yang lebih baik sejak Juli 2025.

Dari sisi biaya, PT Vale berhasil menekan unit biaya kas penjualan menjadi AS$9.339 per ton, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar AS$9.374 per ton. Capaian ini merupakan tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir.

Perseroan juga mencatatkan EBITDA yang solid sebesar AS$228,2 juta dengan posisi saldo kas yang kuat mencapai AS$376,3 juta per 31 Desember 2025. Sepanjang tahun, total belanja modal yang dialokasikan mencapai AS$485,9 juta, melonjak 46 persen untuk mendukung proyek-proyek pengembangan.

Kemudian, hingga saat ini, proyek pertambangan di Pomalaa telah mencapai kemajuan sekitar 60 persen, sementara konstruksi proyek HPAL mencapai sekitar 50 persen. Proyek tersebut ditargetkan mencapai penyelesaian mekanis pertama pada triwulan ketiga tahun 2026.

Di sisi keberlanjutan, PT Vale mempertahankan peringkat risiko ESG dari Sustainalytics sebesar 23,7 per November 2025. Peringkat ini menempatkan Perseroan sebagai perusahaan pertambangan dengan performa ESG terbaik di Indonesia.

Filter