FAC News
Unggul Indah Cahaya (UNIC) Akan Menambah Kapasitas dan Garap Proyek Apartemen
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) berencana menambah kapasitas produksi pabrik yang sudah ada (eksisting). Sebab, kapasitas pabrik produsen bahan baku detergen ini hampir penuh. Presiden Direktur Unggul Indah Cahaya Yani Alifen mengatakan, saat ini kapasitas produksi UNIC mencapai 270.000 metrik ton per tahun . Produksi terdiri dari kombinasi dari linear alkylbenzene (LAB) dan branched alkylbenzene (BAB).
Hingga kuartal III-2019 UNIC telah menyerap belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar US$ 1,9 juta. Mayoritas capex digunakan untuk perawatan mesin. Tahun depan, UNIC tidak akan menyiapkan capex terlalu besar. Namun, penggunaan capex tahun depan juga ada yang dialokasikan untuk diversifikasi produk. Ke depan, UNIC akan membangun kompleks apartemen dan perkantoran lewat entitas anak usaha, yakni PT Wiranusa Grahatama. Apartemen dan perkantoran tersebut akan dibangun di lahan kosong seluas 1,4 ha di Jakarta Selatan.
Namun, Yani belum mengungkapkan biaya dan waktu pembangunan kompleks apartemen dan perkantoran ini. Perusahaan ini masih menunggu waktu dan momentum yang tepat, sebab saat ini sektor properti dinilai masih kurang bergairah. "Tetapi bagaimanapun juga, ada lahan kosong harus dimanfaatkan," jelas dia, Rabu (20/11). Pembangunan apartemen dan kantor ini bukan diversifikasi usaha, melainkan jenis usaha entitas anak usaha UNIC di bidang pengembangan kompleks gedung perkantoran dan apartemen. Yani mengatakan, kontribusi segmen bisnis properti dan perkantoran terhadap pendapatan konsolidasi UNIC minim.
Hingga kuartal III-2019, pendapatan UNIC dari segmen bisnis real estate sekitar US$ 835.569, atau hanya menyumbang 0,35% dari total pendapatan UNIC yang sebesar US$ 235,88 juta. Penjualan ini turun 12,12% dari US$ 268,44 juta di kuartal III-2018. Yani mengatakan, penjualan turun lantaran harga produk dan harga bahan baku sepanjang 2019 juga merosot. Selain itu, harga bahan substitusi produk semakin kompetitif. "Hal ini mengakibatkan volume penjualan tertekan, terutama produk entitas anak perusahaan, yaitu di PT Petrocentral," ujar dia.
Laba bersih UNIC hingga akhir September 2019 anjlok 61% jadi US$ 7 juta. Yani yakin, laba bersih UNIC pada akhir tahun ini meningkat dibanding periode sebelumnya. Alasannya, UNIC merupakan satu-satunya produsen alkybenzene (AB), bahan baku detergen di Indonesia.