FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Terbitkan Obligasi, Bali Towerindo (BALI) Bidik Dana Segar Rp 1,6 Triliun

Administrator - 28/01/2020 09:08

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten penyedia menara telekomunikasi PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) bakal menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I Bali Tower.

Bali Towerindo mengincar dana segar Rp 1,6 triliun. Direktur Utama Bali Towerindo Sentra Jap Owen Ronadhi bilang, sebanyak 80% dana tersebut akan perusahaannya pakai untuk refinancing pinjaman bank. "Sementara sisanya digunakan sebagai belanja modal untuk ekspansi," kata dia ke KONTAN, Senin (27/1).

Pengembangan bisnis itu berupa pembangunan microcell pole (MCP) serta jaringan fiber optik di Pulau Jawa dan Bali.

Untuk tahap awal, Bali Towerindo akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Bali Tower Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp 800 miliar. Ada dua seri yang akan BALI terbitkan: Seri A dengan tenor tiga tahun dan Seri B berjangka lima tahun.

Untuk target dana masing-masing seri dan bunga tetapnya, mereka belum mau ungkap. Yang jelas, bunga obligasi itu akan BALI bayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, yakni 28 Februari 2020. Pembayaran bunga obligasi pertama pada 28 Mei 2020.Sementara pembayaran bunga terakhir bersamaan dengan jatuh tempo masing-masing seri. Perinciannya: 28 Februari 2023 untuk Seri A dan 28 Februari 2025 untuk Seri B. Masa penawaran awal obligasi BALI berlangsung pada 27 Januari-13 Februari 2020, dengan perkiraan tanggal efektif 21 Februari 2020 dan masa penawaran umum 24-25 Februari 2020.

Selanjutnya, obligasi ini akan tercatat di BEI pada 2 Maret 2020. Obligasi tersebut memperoleh peringkat single A dari Fitch Ratings Indonesia.

PT Mandiri Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk berperan sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek dalam penerbitan obligasi ini. Sedang yang jadi wali amanat adalah PT Bank Bukopin Tbk.

Lalu, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berperan sebagai penanggung obligasi yang akan memberikan garansi terhadap 50% jumlah pokok obligasi itu. Itu berarti, nilai maksimum penanggungannya Rp 400 miliar.

Filter