FAC News
Target Marketing Sales Summarecon Naik Jadi Rp 4,5 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) lebih optimistis melihat prospek bisnis tahun ini.
Hal itu tercermin dari target pendapatan pra penjualan atawa marketing sales yang lebih besar.
Perusahaan properti tersebut membidik marketing sales 2020 sebesar Rp 4,5 triliun.
Target ini 9,75% lebih besar dibanding realisasi marketing sales tahun lalu, yang sekitar Rp 4,1 triliun.
Sekretaris Perusahaan SMRA Jemmy Kusnadi mengatakan, pihaknya optimistis mampu merealisasikan target tersebut.
Sebab, permintaan properti masih tetap tinggi. Kondisi tahun ini juga lebih stabil dibanding tahun lalu yang sempat disisipi pesta politik.
"Serta, suku bunga yang juga relatif rendah," ujar Jemmy pada KONTAN akhir pekan lalu, Jumat (24/1).
Tahun lalu, sekitar 60% penjualan SMRA berasal dari proyek rumah tapak atawa landed house. Tahun ini, proyek landed house diperkirakan masih akan mendominasi penjualan perusahaan, khususnya dari proyek Summarecon Serpong.
Jemmy menambahkan, implementasi atas aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72 yang mewajibkan pencatatan pendapatan baru bisa dilakukan setelah adanya serah terima proyek tak akan berpengaruh signifikan terhadap pencatatan kinerja keuangan perusahaan ini ke depan.
Pasalnya, banyak proyek SMRA yang sudah selesai, sehingga bisa dilakukan serah terima kepada pembeli.
"Terutama untuk proyek high rise," imbuh Jemmy.
Untuk memuluskan kinerja dan pencapaian targetnya tahun ini, SMRA menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,7 triliun untuk 2020.
Anggaran ini naik 12% dibanding anggaran tahun lalu, yaitu sebesar Rp 2,4 triliun.
"Sebagian besar pendanaan capex berasal dari kas internal," tandas Jemmy.
Hingga kuartal III-2019, SMRA mencatat kenaikan pendapatan sebesar 9,97% secara tahunan menjadi Rp 4,41 triliun.
Adapun perolehan laba bersih emiten properti ini mencapai Rp 314,6 miliar.
Angka ini naik sekitar 54,71% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp 203,34 miliar.