FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Tak Semua Utang Krakatau Steel (KRAS) Direstrukturisasi, Ini Penyebabnya

Administrator - 30/01/2020 11:23

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Secara bertahap PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berhasil membujuk para krediturnya untuk menyetujui usulan restrukturisasi utang-utangnya yang bejibun.

Saat ini, sudah ada sepuluh kreditur yang menyetujui restrukturisasi utang Krakatau Steel dan entitas anaknya, yang bernilai total US$ 2 miliar.

Meski begitu, sejatinya tak sepenuhnya utang perusahaan baja pelat merah beserta entitas anaknya itu yang direstrukturisasi. Dari laporan kuartal III-2019, kreditur yang tidak ikut meneken restrukturisasi, seperti Commerzbank dan AKA dengan pinjaman maksimum US$ 260,05 juta. Per September lalu saldo terutang fasilitas ini sebesar US$ 172,11 juta.

"Kredit dari Commerzbank tidak masuk restrukturisasi karena itu melalui skema export credit agency (ECA) proyek pembangunan hot strip mill 2. Pembayaran akan dimulai setelah operasional yang akan dimulai tahun ini," kata Direktur Krakatau, Silmy Karim, Rabu (29/1).

Dalam perjanjian kredit, pembayaran paling lambat dimulai pada Juni 2020. Fasilitas kredit ini bakal dicicil selama 16 kali oleh KRAS dengan pembayaran per semester.

Ada beberapa kreditur anak usaha KRAS lainnya yang tak berpartisipasi dalam restrukturisasi. PT Bank Danamon Tbk (BDMN), misalnya, tercatat masih memiliki eksposur US$ 1,52 juta kepada PT Krakatau Wajatama. Sedangkan PT Sarana Multi Infrastruktur memiliki tagihan US$ 8,81 juta ke PT Krakatau Bandar Samudera, dan US$ 7,59 juta ke PT Krakatau Tirta Industri.
Kemudian ada PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) senilai US$ 670.000 kepada PT Krakatau National Resource, dan US$ 987.000 kepada PT Krakatau Medika.

Kemudian ada PT Krakatau Industrial Estate Cilegon yang masih tercatat berutang US$ 5,75 juta kepada PT Bank BNI Syariah, dan US$ 1,53 juta kepada PT Bank Muamalat Tbk. Ditambah PT Bank Panin Dubai Syariah TBK (PNBS) yang punya tagihan US$ 5,19 juta ke PT Krakatau Tirta Industri.

Silmy bilang, bank-bank tersebut tidak dilibatkan dalam restrukturisasi lantaran kredit entitas anak Krakatau Steel berkualitas baik.

"Akhir kuartal III-2019 kami masih punya eksposur ke entitas anak KRAS, namun nilainya kecil dan fasilitas yang diberikan berupa fasilitas kredit perdagangan sehingga tak perlu restrukturisasi. Kalau tidak salah per Oktober 2019 juga sudah lunas," kata Direktur Kredit Bank Danamon Dadi Budiana, Rabu (29/1).

Direktur Bisnis SME & Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati juga mengaku pembiayaan yang disalurkan ke Krakatau Industrial masih lancar pembayarannya, sehingga tak perlu ikut dalam restrukturisasi. Kini, eksposur pembiayaan BNI Syariah senilai Rp 124 miliar.

Yuddy Renaldi Direktur Utama Bank BJB malah mengaku baru menambah lagi eksposur kredit ke grup Krakatau Steel karena kualitas kreditnya masih di kolektibilitas 1. Total eksposurnya kini di bawah Rp 100 miliar.

Filter