FAC News
Strategi Mitrabahtera Segara (MBSS) Menghadapi Kenaikan Harga Minyak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran memicu naiknya harga minyak dunia.
Pada Rabu (8/1), harga minyak sempat naik sekitar 4%. Salah satu sektor yang terdampak kenaikan harga minyak adalah sektor pelayaran.
Wakil Direktur Utama PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) Lucas Djunaidi tidak menampik kenaikan harga minyak tentu berdampak pada biaya operasional perusahaan. Namun, emiten dengan kode saham MBSS ini menyiapkan beberapa siasat guna mengantisipasi kenaikan harga minyak saat ini.
Salah satunya adalah dengan menerapkan klausul rise and fall adjustment harga minyak di beberapa kontrak. Namun, Lucas mengatakan tidak semua kontrak harga minyak dipasang dengan klausul rise and fall adjustment.
Mitrabahtera tidak memberlakukan rise and fall adjustment untuk kontrak spot (jangka pendek). "Namun karena sifatnya spot maka kami sudah bisa menakar keuntungan yang kami peroleh dengan rate yang disepakati dan biaya bahan bakar yang kami belanjakan,” ujar Lucas saat dihubungi KONTAN, Rabu (8/1).
Klausul ini, lanjut Lucas, telah diterapkan sejak lama dan dilakukan sesuai dengan kesepakatan atau negosiasi dengan klien bersangkutan.
Selain itu, MBSS juga melakukan efisiensi performa seperti trip ratio serta mengurangi waiting time. Hal ini dilakukan agar kapal dapat terus bekerja tanpa menunggu waktu lebih lama yang nantinya berpotensi memboroskan bahan bakar dan berpotensi menekan pendapatan.
Untuk diketahui, pada kuartal III-2019, Mitrabahtera berhasil menorehkan kinerja yang positif. Mitrabahtera berhasil membukukan laba bersih senilai US$ 547.220.
Padahal pada kuartal- III-2018, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) ini masih menanggung rugi bersih senilai US$ 10,40 juta.
Torehan laba ini tidak lepas dari naiknya pendapatan Mitrabahtera pada sembilan bulan pertama 2019. Tercatat, pendapatan Mitrabahtera naik 17% menjadi US$ 60,59 juta. Pendapatan dari segmen tunda dan tongkang masih menjadi kontibutor utama dengan jumlah US$ 42,71 juta atau 70,5% dari total pendapatan.