FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

SSIA BERHASIL BUKUKAN PENDAPATAN Rp766 MILIAR DI KUARTAL I 2022

Administrator - 15/06/2022 13:51

IQPlus, (15/6) - SSIA berhasil mendivestasikan bisnis pergudangan kepada Frasers Property Thailand (Indonesia) Pte. total senilai Rp562,2 miliar.

Perseroan meyakini bahwa divestasi tersebut akan memperkuat posisi SSIA untuk fokus pada Subang Smartpolitan.

Dalam siaran pers perseroan Senin (14/6) Hingga saat ini, Perseroan telah membukukan marketing sales seluas 9 hektare dengan ASP sebesar USD127,5/sqm dari lahan Suryacipta Karawang, yang akan menghasilkan pendapatan sebesar USD11,5 juta atau ~Rp163 miliar.

Oleh karena itu, SSIA telah mencapai 45% dari target marketing salessepajang tahun 2022 dari lahan Karawang.

Pada kuartal pertama tahun 2022, SSIA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp766,4 miliar.

Pendapatan tersebut meningkat sekitar 71,4% dari Rp447,1 miliar yang dibukukan pada 1Q21. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pendapatan di segmen konstruksi dan perhotelan masing-masing naik sebesar 84,3% (Rp287,4 miliar) dan 102,3% (Rp31,4 miliar).

Pendapatan segmen usaha properti SSIA meningkat sekitar 10,8% (Rp8,3 miliar).

Sedangkan Laba kotor 1Q22 meningkat 55,7% YoY menjadi Rp115,2 miliar, dari Rp73,9 miliar pada 1Q21, terutama berasal dari peningkatan laba kotor konstruksi sebesar 94,7% (Rp34,8 miliar).

EBITDA 1Q22 meningkat sebesar 862,1% YoY menjadi Rp28,5 miliar dari -Rp3,7 miliar pada 1Q21, disebabkan peningkatan EBITDA konstruksi sebesar 184,1% (Rp 34,0 miliar).

Sementara itu Rugi bersih konsolidasi SSIA pada 1Q22 mencapai Rp76,0 miliar, turun 2,7% dibandingkan rugi bersih sebesar Rp78,0 miliar pada 1Q21.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan laba bersih segmen usaha konstruksi sekitar 261,0% (Rp24,2 miliar).

Posisi kas Perseroan per 1Q22 tercatat sebesar Rp710,9 miliar, lebih rendah 9,1% dari posisi kas FY21 sebesar Rp782,2 miliar.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pembebasan lahan di Subang Smarpolitan, sementara itu utang kena bunga untuk periode 1Q22 sebesar Rp2.548,2 miliar menghasilkan rasio utang/ekuitas (gearing ratio) sebesar 63,8%. 

Filter