FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Sido Muncul Menggarap Pasar Ekspor hingga ke Arab dan Ghana

Administrator - 31/01/2020 09:38

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) makin serius membidik potensi pasar ekspor. Produsen jamu, obat herbal dan produk consumer goods ini optimistis penjualan di segmen bisnis tersebut dapat tumbuh tinggi di tahun ini.

Sido Muncul, tahun lalu, menargetkan sekitar 5% dari total pendapatan datang dari penjualan ekspor. Direktur Utama SIDO David Hidayat menyatakan, arget tersebut terlampaui. Hanya saja, detail angkanya masih menunggu rilis laporan keuangan tahunan Sido Muncul di sepanjang tahun 2019.

Pada awal tahun ini secara perlahan SIDO mulai memperlebar pasar ekspor, sehingga sumbangan dari segmen tersebut bisa lebih besar. "Kami berharap kontribusi pasar ekspor akan lebih besar dan bisa mencapai 10% dari total pendapatan bersih," ujar David kepada KONTAN, Kamis (30/1).

Tahun ini, Sido Muncul memang menjajaki negara tujuan ekspor baru seperti Myanmar, Kamboja dan Vietnam. Selain kawasan Asia Tenggara, manajemen SIDO juga tengah mengintip peluang ekspor di Arab Saudi dan Ghana.

Selain menjajaki negara tujuan baru, SIDO siap meluncurkan produk herbal baru berupa suplemen makanan (food supplement) pada awal tahun ini. David mengharapkan proses registrasi produk tersebut rampung di kuartal pertama tahun ini.

Suplemen makanan ini yang akan jadi andalan SIDO untuk memperluas pasar ekspor. Menurut manajemen SIDO, dengan produk ini, peluang pertumbuhan penjualan luar negeri SIDO akan terbuka lebih lebar. Sebab, di negara lain tidak ada regulasi terkait jamu, sementara aturan food supplement sudah jamak di tingkat global.
Selanjutnya
Halaman   1 2 Tampilkan Semua


Mengenai pencapaian penjualan bersih pada 2019, David mengaku realisasinya cukup menggembirakan. Di awal tahun lalu SIDO sempat membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 10% year-on-year (yoy) menjadi Rp 3,08 triliun.

Adapun tahun ini, Sido Muncul kembali membidik pertumbuhan penjualan sebesar 10%. "Kami tidak boleh muluk-muluk (menargetkan). Hal yang terpenting, kami harus bekerja lebih keras. Perbaikan jaringan distribusi terus kami perbaiki, kemudian menambah tim profesional di distribusi dan penjualan serta sistem informasinya," terang David.

Pada 2020, produsen minuman Tolak Angin ini mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 180 miliar. David menyebutkan, sebagian besar anggaran untuk mendukung kelengkapan mesin pabrik Cairan Obat Dalam (COD) kedua. Untuk sementara, mereka belum berencana ekspansi pada tahun ini.

Selama sembilan bulan pertama tahun lalu, kinerja keuangan Sido Muncul terbilang positif. Mereka mencatatkan total pendapatan Rp 2,12 triliun atau tumbuh 9% (yoy). Sebagian besar penjualan ditopang segmen produk jamu herbal dan suplemen sebesar Rp 1,42 triliun atau 67,10% total penjualan.

Selanjutnya, sebanyak 28,56% dari total penjualan SIDO berasal dari segmen makanan dan minuman. Sementara itu, sekitar kurang dari 5% sisanya ditopang oleh penjualan dari segmen farmasi.

 

Filter