FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Seizin Investor, MTPS Lego Aset ke KETR Rp92,5 Miliar

Administrator - 25/02/2026 15:12

EmitenNews.com - PT Meta Epsi Tbk. (MTPS) bersiap melepas aset berupa tanah dan bangunan kantor seluas 4.802 meter persegi yang berlokasi di Jalan D.I. Panjaitan, Jakarta Timur.

Aset tersebut akan dijual kepada PT Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR) dengan nilai transaksi sebesar Rp92,5 miliar. Nilai tersebut berada di bawah nilai pasar hasil penilaian independen sebesar Rp101,84 miliar yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Sabar AP. No. 005 dari Kantor Akuntan Publik Sabar & Rekan, total aset perseroan tercatat Rp72,21 miliar, liabilitas Rp31,10 miliar, dan ekuitas Rp41,11 miliar.

Dengan nilai tersebut, transaksi ini tergolong Transaksi Material karena melebihi 20% ekuitas dan lebih dari 50% kekayaan bersih perseroan, sehingga wajib memperoleh persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 2 April 2026.

Kesepakatan jual beli telah ditandatangani pada 13 Februari 2025. Namun, realisasi transaksi masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 April 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi, pembayaran dari KETR akan dilakukan paling lambat lima hari kerja setelah persetujuan RUPSLB diperoleh. 

“Transaksi penjualan aset berupa tanah dan bangunan dan perlengkapan yang dilakukan kepada pihak yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan, direksi dan dewan komisaris perseroan dan pemegang saham pengendali perseroan,” ungkap Direksi MTPS.

Dana hasil penjualan akan digunakan untuk melunasi utang bank CCBI sekitar Rp30,64 miliar, sementara sisanya dialokasikan sebagai tambahan modal kerja. Secara proforma, total aset diperkirakan meningkat menjadi Rp122,97 miliar, kas melonjak menjadi Rp62,80 miliar, liabilitas turun drastis menjadi Rp454 juta, dan ekuitas meningkat menjadi Rp122,51 miliar seiring pengakuan laba penjualan aset sebesar Rp81,40 miliar.

Perbaikan struktur keuangan tersebut memperkuat likuiditas dan posisi permodalan perseroan yang bergerak di bidang rekayasa pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC). Penilai independen juga menyatakan transaksi ini wajar secara nilai dan tidak merugikan perseroan.

Filter