FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Rencana Besar ITMA Baru Terealisasi Tahun Depan

Administrator - 28/11/2019 09:23

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) berniat merambah bisnis infrastruktur tambang dan energi pada tahun depan.

Agenda ini akan digelar setelah perusahaan tersebut mengantongi dana segar hasil penerbitan saham baru (rights issue) pada Oktober 2019.

ITMA telah memperoleh dana dari hasil penawaran umum terbatas hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp 143 miliar.

Sumber Andalan menggelar rights issue dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 750 per saham. Adapun nominal saham baru Rp 50 per saham.

Direktur Utama PT Sumber Energi Andalan Tbk, Rocky Oktanso Sugih menjelaskan, ITMA tengah mencari peluang bisnis baru dengan cara mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur tambang atau energi.

Namun, manajemen perusahaan ini belum bersedia menjabarkan nama-nama perusahaan yang sedang diincarnya. Yang jelas, targetnya tahun depan rencana tersebut bakal terealisasi.

"Sekarang masih dalam tahap pengkajian dan harapannya bisa segera ditingkatkan menjadi memorandum of understanding (MoU)," ujar dia kepada KONTAN, Rabu (27/11).

Menurut Rocky, selain tengah membidik akuisisi perusahaan infrastruktur pertambangan, ITMA juga tengah menjajaki sejumlah proyek di bidang pertambangan dan kelistrikan.Namun, Rocky mengakui bahwa dana yang diperoleh dari hasil rights issue belum cukup untuk membiayai banyak proyek. Oleh karena itu, perusahaan ini hanya mengincar paling tidak satu proyek di tahun 2020.

Untuk proyek sektor kelistrikan, ITMA melirik potensi proyek energi baru dan terbarukan (EBT). Selain prospektif, proyek energi bersih atawa energi ramah lingkungan ini dinilai cocok dengan kondisi finansial terkini dari ITMA.

Rocky menambahkan, saat ini ITMA masih menggodok rencananya untuk masuk ke bisnis EBT. Salah satu pilihannya adalah merambah bisnis panel surya atau listrik tenaga matahari.

Sebab, energi surya relatif lebih mudah diperoleh di Indonesia. Sektor bisnis ini juga cukup realistis dengan jumlah dana yang dikantongi oleh perseroan ini.

"Kalau tenaga hidro sangat tergantung pada jumlah debit air. Sementara di Pulau Jawa agak susah mencari itu," kata dia.

Selagi rencana akuisisi atau proyek yang dibidik belum benar-benar terealisasi, ITMA masih berfokus pada berbisnis di bidang pertambangan. Termasuk bisnis jasa konsultasi pertambangan.

Sekadar catatan, pada semester I-2019, ITMA mencatatkan pendapatan sebesar US$ 6 juta atau turun sebesar 2,59% dibandingkan dengan pendapatan semester I -2018 yang senilai US$ 6,16 juta. Rocky menyatakan, mayoritas pendapatan ITMA disumbang oleh bisnis transportasi tambang anak usahanya, yaitu PT Mitratama Perkasa.

Adapun laba bersih ITMA di semester satu lalu tercatat sebesar US$ 3,92 juta. Angka ini turun 21,12% (yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 4,97 juta.

Filter