FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

PTBA Sudah Siapkan Sejumlah Rencana Ekspansi di 2020

Administrator - 24/01/2020 08:52

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk bersiap menggelar sejumlah agenda ekspansi di sepanjang tahun ini. Untuk mendukung rencana itu, Bukit Asam sudah mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 4,04 triliun pada 2020.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan alokasi belanja Bukit Asam pada tahun lalu yang sebesar Rp 6,47 triliun. Mayoritas penggunaan dana capex tahun ini untuk membiayai proyek pengembangan bisnis, ungkap Sekretaris Perusahaan PTBA Hadis Surya Palapa kepada KONTAN, Rabu (22/1).

Salah satu proyek yang dimaksud adalah pembangunan pabrik gasifikasi batubara di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

Saat ini, emiten batubara dengan kode saham PTBA di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut masih menjalankan proses detail konsep desain alias front end engineering design (FEED). Setelah itu, manajemen PTBA akan menjalankan tahap engineering procurement construction (EPC) sebelum pengerjaan konstruksi bangunan.

Secara keseluruhan, pabrik gasifikasi batubara milik Bukit Asam ditargetkan rampung pada 2023 mendatang. Dengan demikian, pabrik tersebut bisa beroperasi secara komersial pada tahun 2024.​

Selain pabrik gasifikasi batubara, PTBA sedang fokus menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel-8 yang juga berlokasi di Tanjung Enim. PLTU berkapasitas 2x620 megawatt (MW) tersebut ditargetkan beroperasi pada 2022 mendatang.

Tak cuma itu, PTBA mulai mengembangkan sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Emiten pelat merah ini memilih lokasi bekas tambang mereka untuk pengembangan PLTS.

Proyek PLTS untuk saat ini masih dalam tahap finalisasi kajian engineering dan komersialisasi. Namun yang pasti, manajemen PTBA sudah menandatangani kerjasama penjualan listrik PLTS dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Kami juga akan menggunakan dana belanja modal tahun ini untuk proyek pengangkutan batubara," tambah Hadis.

Berdasarkan catatan KONTAN, PTBA telah bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membangun jalur kereta api yang dapat mengangkut batubara dari Tanjung Enim-Kertapati dan Tanjung Enim-Tarahan.

Selain menggarap proyek-proyek tersebut, PTBA tetap agresif dalam memproduksi batubara. Tahun ini, PTBA memproyeksikan produksi batubara mencapai 30 juta ton atau meningkat dari target tahun lalu 28,5 juta ton.

Hingga saat ini manajemen Bukit Asam belum mengumumkan realisasi produksi batubara per akhir tahun lalu. Mengacu hasil kuartal III 2019, PTBA memproduksi 21,6 juta ton batubara.

Menurut Hadis, peningkatan target produksi sejalan dengan jumlah cadangan batubara PTBA yang masih terbilang melimpah, yakni sekitar 3,3 miliar ton. Kuantitas cadangan ini dapat mengakomodasi kegiatan penambangan PTBA untuk beberapa puluh tahun ke depan, ungkap dia.

Mengenai upaya peningkatan kinerja keuangan di sepanjang tahun ini, manajemen Bukit Asam akan mengoptimalkan jam operasional efektif sekaligus memaksimalkan alat pertambangan yang ada demi mengejar target produksi batubara di tahun ini. Strategi tersebut juga tetap berlandaskan kaidah penambangan yang baik dan mengutamakan keselamatan di lingkungan kerja.

Sementara untuk memacu penjualan batubara, PTBA akan melakukan penjajakan dan membuka peluang penetrasi ke pasar baru, baik domestik ataupun ekspor.Bukit Asam juga bakal mempertahankan dan meningkatkan penjualan kepada konsumen lama. Hadis belum menjelaskan secara rinci negara yang berpotensi menjadi pasar ekspor terbaru bagi PTBA.

Berdasarkan catatan KONTAN, sebesar 59% batubara produksi PTBA pada kuartal ketiga tahun lalu terserap pasar domestik. PTBA juga menjual 11% batubara ke pasar India, 7% ke Korea, 5% ke Hong Kong, 3% ke Taiwan, 3% ke Filipina, 3% ke Jepang, 2% ke China, 2% ke Malaysia, serta 5% ke beberapa negara lainnya.

Filter