FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Proyek Ramai, Superkrane (SKRN) Tambah Jumlah Derek

Administrator - 17/12/2019 14:11

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) akan menambah alat berat untuk memperkuat posisinya di pasar jasa penyewaan derek alias crane.

Superkrane menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar Rp 131 miliar hingga Rp 150 miliar pada tahun depan untuk memperbanyak jumlah crane maupun alat berat lainnya. Sejauh ini semua alat berat milik SKRN sudah tersewa.

Sekretaris Perusahaan Superkrane Mitra Utama Eddy Gunawan menjelaskan, komposisi dana capex berasal dari internal sebesar 20%-30% dan eksternal 70%-80%.

Superkrane berencana membeli 13 unit alat berat yang meliputi 10 unit crane, satu unit prime mover, dan dua multi axle. "Informasi ini bisa berubah dan akan kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar," jelas Eddy seusai paparan publik, Senin (16/12).

Emiten yang bergerak di bidang usaha jasa konstruksi dan penyewaan ini memang gencar menambah jumlah alat berat. Per Desember 2018, Superkrane memiliki 320 alat berat. Tahun ini, manajemen SKRN menambah 22 alat berat dengan memanfaatkan dana capex Rp 70 miliar. Jadi, secara total Superkrane sudah memiliki sebanyak 342 alat berat per November 2019.

Penambahan crane menjadi prioritas demi memperbesar penguasaan pasar. Superkrane mengklaim sejauh ini sudah menguasai 27% market share di pasar crane berjenis critical lifting crane. Permintaan crane akan terus mengalir karena proyek infrastruktur dan pembangunan gedung bertingkat, baik apartemen maupun perkantoran, terus bergulir.

Maraknya pembangunan infrastruktur berdampak positif bagi kinerja Superkrane tahun ini. Selama periode Januari - September 2019, Superkrane mengantongi pendapatan senilai Rp 553,57 miliar, meningkat 23,10% year on year (yoy). Labanya juga terus bertumbuh.

"Ini karena kami cukup aktif terlibat di proyek infrastruktur pemerintah," ungkap Direktur Utama Superkrane Mitra Utama Yafin Tandiono Tan saat paparan publik, kemarin. Hingga akhir 2019, Superkrane memproyeksikan pendapatan Rp 700 miliar.

Filter