FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Perkuat Infrastruktur, META Mengalokasikan Capex Rp 2,25 Triliun

Administrator - 26/11/2019 11:10

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META) bakal memperkuat bisnis infrastruktur. Mereka mengalokasikan belanja modal Rp 2,25 triliun untuk tahun depan. Dana tersebut untuk menyelesaikan proyek infrastruktur yang sudah berjalan maupun proyek baru.

Danni Hasan, Direktur META menjelaskan, sebagian besar belanja modal untuk melanjutkan proyek Tol Pettarani di Makassar.

META mengalokasikan capex Rp 1,6 triliun untuk mengejar penyelesaian proyek itu pada kuartal III 2020. Hingga kini proyek yang bergulir sejak Oktober 2017 mencapai progres 40,13%. "Operasional tol Pettarani akan menambah EBITDA Rp 120 miliar," jelas Danni, kemarin.

META juga akan memacu bisnis energi terbarukan di proyek PLTA Lau Gunung di Sumatra Utara. Proyek berkapasitas 15 MW itu telah mencapai progres 66,75%. Targetnya, proyek itu mulai beroperasi komersial di tahun depan.

Sebagian capex juga untuk ekspansi di lini bisnis air melalui penambahan pipa baru. Catatan KONTAN, per April kapasitas terpasang sebanyak 1.725 liter per detik dari sebelumnya 1.275 liter per detik. META menargetkan kapasitas terpasang 2.000 liter per detik dengan penyerapan 80%.META juga memiliki rencana ekspansi bisnis jalan tol dan bandara. Proyek itu meliputi ekspansi proyek BSD, proyek JORR elevated dan proyek KPBU Bandara Hang Nadiem di Batam.

Untuk proyek di BSD meliputi penataan ulang on-of ramp di area Pondok Aren, penanganan banjir di sekitar area Tol BSD dan potensi tambahan akses ke area Taman Tekno. "Total kebutuhan dana diperkirakan Rp 2,5 triliun," ujar Danni.

Selanjutnya proyek prakarsa JORR Elevated yang merupakan jalan layang ruas Ulujami - Jati Asih dengan nilai investasi Rp 18 triliun. Di proyek itu, META telah mendapatkan izin prinsip per akhir 2018.

Untuk tender KPBU proyek Bandara Hang Nadiem, META memproyeksikan investasi Rp 5,6 triliun. Proyek ini masih proses tender awal.

Filter