FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT "idAA-" UNTUK OBLIGASI TPIA

Administrator - 15/07/2022 09:23

IQPlus, (15/7) - PEFINDO menetapkan peringkat "idAA-" untuk Obligasi Berkelanjutan IV TPIA sebesar maksimum Rp8 triliun, termasuk Rp2 triliun untuk penerbitan tahap pertama yang akan digunakan untuk modal kerja.

PEFINDO juga menegaskan peringkat "idAA-" untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan Obligasi Berkelanjutan I, Obligasi Berkelanjutan II, dan Obligasi Berkelanjutan III.

Prospek dari peringkat perusahaan adalah stabil. Walaupun kinerja TPIA melemah pada kuartal pertama tahun 2022 sebagai akibat dari harga bahan baku yang meningkat dan permintaan yang melemah dari China, Perusahaan memiliki likuiditas yang kuat selain permintaan yang tinggi di pasar domestik dan kami memperkirakan permintaan dari luar negeri akan membaik dalam jangka pendek seiring dengan relaksasi pembatasan di China.

Peringkat perusahaan mencerminkan pandangan kami mengenai posisi terdepan TPIA dalam industri petrokimia dalam negeri yang didukung oleh sinergi dengan mitra-mitra strategis, operasi yang terintegrasi secara vertikal dengan fasilitas pendukung yang memadai, serta likuiditas yang kuat dan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat. Namun, sensitivitas terhadap siklus industri dan risiko terkait dengan ekspansi fasilitas petrokimia membatasi peringkat, menurut pandangan kami.

Peringkat dapat dinaikkan jika PEFINDO berpandangan bahwa profil usaha Perusahaan semakin kuat secara signifikan dan menyediakan diversifikasi produk dan pasar yang lebih baik, yang dapat mengurangi volatilitas margin, dengan tetap mempertahankan struktur permodalan yang konservatif.

TPIA merupakan produsen petrokimia yang beroperasi secara terintegrasi, menyediakan olefina, poliolefina, monomer stirena, butadiena, methyl-tertiary-butylether (MTBE), dan butena-1. Perusahaan memiliki satu-satunya naphtha cracker, fasilitas produksi monomer stirena, butadiena, MTBE, dan butena-1 di dalam negeri.

Naphtha cracker milik Perusahaan memiliki kapasitas produksi 2.138 kilo ton per tahun (KTA), fasilitas produksi polietilena dengan kapasitas 736 KTA, fasilitas produksi monomer stirena dengan kapasitas 340 KTA, fasilitas produksi polipropilena dengan kapasitas 590 KTA, fasilitas produksi butadiena dengan kapasitas 137 KTA, fasilitas produksi MTBE dengan kapasitas 128 KTA , dan fasilitas produksi butene-1 dengan kapasitas 43 KTA.

Pada tanggal 31 Maret 2022, saham Perusahaan dimiliki oleh PT Barito Pacific Tbk (34,6%), SCG Chemicals Co. Ltd. (30,6%), PT TOP Investment Indonesia (15,0%), Prajogo Pangestu (7,8%), Marigold Resources Pte. Ltd. (3,9%), dan publik (8,1%).

Filter