FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

PASCA IPO, BACH PASANG TARGET PERTUMBUHAN PENDAPATAN RATA-RATA 12% PER TAHUN

Administrator - 08/07/2026 15:13

IQPlus, (8/7) - PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menargetkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan setelah resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026). Perseroan memproyeksikan pendapatan meningkat dari sekitar Rp1,73 triliun pada tahun 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada tahun 2030, atau tumbuh rata-rata sekitar 12% per tahun. Laba bersih juga diperkirakan naik signifikan hingga sekitar Rp401 miliar atau melonjak sekitar 158% pada periode yang sama.

Direktur Utama BACH Budi Kurniawan mengatakan, prospek pertumbuhan tersebut didukung oleh perkembangan ekonomi Indonesia yang dinilai masih positif serta tingginya kebutuhan terhadap layanan sistem tenaga listrik dan infrastruktur telekomunikasi. Menurutnya, kedua sektor tersebut masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena menjadi bagian dari infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat dan dunia usaha.

“Selain industri prospek, perseroan juga mengandalkan backlog dan kontrak yang telah diperoleh sepanjang tahun 2026 sebagai penopang kinerja. Dengan portofolio proyek tersebut, BACH optimis dapat mempertahankan pertumbuhan pendapatan sekaligus memperbaiki profitabilitas pada tahun berjalan maupun dalam jangka menengah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BACH Hasby Jap menambahkan, target pertumbuhan pendapatan sebesar 12% per tahun merupakan proyeksi yang konservatif. Ia menjelaskan, pendapatan perseroan sebelumnya tumbuh sekitar 39% pada 2023-2024 dan kembali meningkat sekitar 25% pada 2024-2025. Berdasarkan rekam jejak tersebut, manajemen meyakini target hingga tahun 2030 dapat tercapai.

Ke depan, BACH akan mempercepat ekspansi melalui penambahan kapasitas bisnis penyewaan pembangkit listrik hingga 50 megawatt (MW) per tahun, pengembangan bisnis energi baru, peningkatan proyek pembangunan jaringan telekomunikasi, serta meningkatkan kontribusi pendapatan dari kontrak jangka panjang. Perseroan juga bertujuan efisiensi operasional melalui digitalisasi dan memanfaatkan penurunan beban keuangan setelah IPO untuk memperkuat pertumbuhan laba.

Filter