FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Meski Pendapatan Tumbuh, Indosat Tetap Rugi Rp457,5 Miliar Per September 2020

Administrator - 03/11/2020 14:18

IQPlus, (3/11) - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo atau ISAT) berhasil menjaga momentum pertumbuhan di TW3 2020. Pada sembilan bulan tahun 2020, total pendapatan tumbuh 9,2% menjadi sebesar Rp20,6 triliun, pendapatan selular tumbuh sebesar 12,9% YoY menjadi Rp17,0 triliun, dan EBITDA mencapai Rp8,5 triliun, tumbuh sebesar 17,0% YoY.

Marjin EBITDA tercatat sebesar 41,1%, tumbuh sebesar 2,7 bps dibanding tahun sebelumnya. Pelanggan selular tercatat sebesar 60,4 juta pada akhir September 2020, tumbuh sebesar 2,8% YoY dan tumbuh sebesar 5,6% QoQ. Average Revenue per User (ARPU) meningkat menjadi Rp31,7 ribu, dari sebelumnya sebesar Rp27,8 ribu pada 9B 2019. Trafik data tumbuh sebesar 54,7% YoY.

"Indosat Ooredoo secara proaktif terus menerapkan kebijakan Work from Home untuk para karyawannya. Kami telah berhasil menjalani perubahan yang sangat lancar dalam hal cara bekerja virtual yang baru. Berbagai aktivitas virtual yang melibatkan karyawan telah dimulai untuk tetap menjaga komunikasi yang erat dengan komunitas karyawan Indosat Ooredoo. Berbagai langkah seperti tunjangan WFH dan cakupan COVID-19 dalam asuransi kesehatan telah diberikan untuk menunjang kesejahteraan karyawan."tulis Manajemen ISAT.

Indosat Ooredoo mengaku bahwa pihaknya akan terus mendukung berbagai inisiatif Pemerintah dan kesejahteraan masyarakat, seperti misalnya program pemerintah untuk kuota gratis bagi kegiatan belajar jarak jauh yang telah dilaksanakan sejak bulan September 2020. "Kami telah mengambil tindakan tindakan tambahan dalam menjamin ketangguhan dan ketersedian jaringan agar masyarakat tetap terhubung selama situasi yang penuh tantangan ini."terangnya.

Seperti diketahui, Indosat mencatat beban - beban sebesar Rp18.836,8 miliar pada 9B 2020, naik sebesar Rp1.505,1 miliar atau 8,7% lebih tinggi dibandingkan 9B 2019. Pasalnya, peningkatan ini utamanya diakibatkan oleh Beban Karyawan dan Beban Depresiasi dan Amortisasi, yang diimbangi oleh penurunan dalam Beban Pemasaran, serta Beban Umum dan Administrasi. Sementara, beban Penyelenggaraan Jasa cenderung tidak mengalami perubahan.

Kemudian beban lain-lain bersih seperti beban biaya sebesar Rp2.157,1 miliar, naik sebesar Rp214,6 miliar atau 11,0% lebih tinggi dibandingkan dengan beban yang tercatat di 9B 2019, utamanya disebabkan oleh meningkatnya kerugian selisih kurs sebesar Rp104,2 miliar serta meningkatnya biaya keuangan yang utamanya dari liabilitas sewa sebesar Rp266,23 miliar, yang diimbangi oleh meningkatnya keuntungan nilai wajar derivatif - bersih sebesar Rp53,9 miliar serta meningkatnya pendapatan bunga sebesar Rp101,9 miliar.

Dengan demikian, Rugi Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk Indosat Ooredoo mencapai sebesar Rp457,5 miliar atau naik sebesar Rp172,9 milliar dibandingkan rugi bersih di 9B 2019, yang utamanya disebabkan oleh dampak penyesuaian organisasi dan kenaikan biaya keuangan dari liabilitas sewa.

Filter