Kinerja Ciamik, Antam (ANTM) Andalkan Bisnis Emas dan Nikel

FAC News

Masuk Daftar UMA, BEI Cermati Pergerakan Saham BACA Dan INPC

Administrator - 26/02/2021 09:13

IQPlus, (26/02) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa pihaknya tengah memantau pergerakan saham PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC) karena dinilai di luar kebiasaan.

Berdasarkan pengumuman BEI, saham BACA dan INPC mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham BACA dan INPC, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,"kata Lidia M Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 19 Februari 2021 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait perubahan corporate secretary pada saham BACA dan tanggal 22 Februari 2021 terkait penjelasan atas volatilitas transaksi untuk saham INPC.

Sebagai informasi pada perdagangan tanggal 5 januari 2021 saham BACA ditutup di harga Rp380, sedangkan pada perdagangan di tanggal 25 Februari 2021 ditutup di harga Rp765 per saham, sedangkan saham GDYR tanggal 5 januari 2021 saham ditutup di harga Rp69, sedangkan pada perdagangan di tanggal 25 Februari 2021 ditutup di harga Rp168 per saham .

Oleh karena itu Bursa mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban BACA dan INPC atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, investor juga disarankan mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan dihimbau untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan pemegang saham.

"BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi," pungkasnya. 

Filter