FAC News
Lima Tahun ke Depan, Envy Technologies (ENVY) Bidik Proyek Baru Rp 1,25 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan jasa teknologi PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) mengejar kontrak dari sejumlah proyek baru yang akan digarap pada tahun 2020 hingga 2025.
Envy Technologies menargetkan bisa meraih pendapatan Rp 1,25 triliun dari sejumlah proyek baru tersebut.
Direktur Utama Envy Technologies Dato Sri Mohd Sopian bin Mohd Rashdi mengatakan, sejumlah proyek baru itu di antaranya big data dan artificial intelligence, ASEAN Cooporative (ACO) and Myangkasa, GLC-Distribution & Logistic System, Internet of Things (IoT)-Composite LPG Cylinder dan proyek sistem di perpajakan.
Dato menuturkan, estimasi pendapatan dari proyek ASEAN Cooporative (ACO) and Myangkasa dan sistem pinjaman PNS sekitar Rp 1,02 triliun. Lalu dari sistem perpajakan Rp 158,73 miliar, IoT sekitar Rp 28 miliar, big data Rp 28 miliar, GLC-Distribution & Logistic Rp 10 miliar dan ACO e-commerce platform sekitar Rp 405 juta.
Dato mengungkapkan, Envy Technologies mulai menggarap proyek Big Data pada Maret 2020. Proyek IoT dan ASEAN akan digarap mulai Juni. "Sistem perpajakan juga tahun depan," kata dia, Rabu (27/11).
Envy Technologies berharap proyek tersebut bisa mengerek pendapatan di tahun depan. Ia memperkirakan, pendapatan bisa mencapai Rp 180 miliar dengan laba bersih Rp 12 miliar.
Per September 2019, Envy Technologies mencetak kenaikan pendapatan 147% jadi Rp 121,41 miliar. Sementara laba bersih meningkat 79% menjadi Rp 5,51 miliar. "Pencapaian September 2019 sudah melebihi target awal, dan kami juga optimistis mampu mencapai target tahun depan," kata Dato, Rabu (27/11).
Sekarang ENVY memiliki tiga bisnis utama, yakni sistem integrasi informatika, sistem integrasi komunikasi dan jasa pengamanan teknologi informasi. Saat ini, bisnis sistem integrasi informatika tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar, bahkan meningkat 110% year on year.
"Kegiatan usaha sistem integrasi informatika berkontribusi 67% dari total pendapatan per September 2019. Kami terus konsisten untuk fokus dengan arah permintaan pasar layanan digital," ujar Dato. Kemarin harga saham ENVY turun 24,78% ke Rp 1.290 per saham.