FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

LABA BTN TUMBUH 16,4 PERSEN MENJADI Rp3,5 TRILIUN DI 2025

Administrator - 10/02/2026 09:29

IQPlus, (10/2) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (kode saham: BBTN) membukukan pertumbuhan laba bersih konsolidasian sepanjang 2025 sebesar dua digit, yakni 16,4 persen (year-on-year/yoy), mencapai Rp3,5 triliun pada tahun 2025.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa perusahaan mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang 2025 yang ditopang peningkatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsistensi dilakukan di berbagai lini.

Lebih lanjut, laba bersih BTN dipicu oleh pendapatan bunga yang naik 23,0 persen yoy menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025. Di sisi lain, peningkatan pada beban bunga tercatat minim yaitu 0,4 persen yoy menjadi Rp17,9 triliun per akhir 2025.

Dari pencapaian itu, BTN membukukan pendapatan bunga bersih yang meningkat 57,5 ​​persen menjadi Rp18,4 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp11,7 triliun pada tahun 2024.

BTN berhasil memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio yang menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, serta upaya yang konsisten dalam memperoleh pendanaan yang berbiaya lebih murah.

Hal itu menghasilkan peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2 persen pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9 persen.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian tumbuh 11,9 persen yoy dari Rp358,9 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp400,6 triliun pada 2025.

mayoritas kredit BTN yang disalurkan ke sektor perumahan, dengan penyaluran kreditnya mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025 atau tumbuh 7,5 persen yoy.

Pertumbuhan subsidi KPR sebesar 10 persen yoy menjadi Rp191,2 triliun. Sedangkan KPR non subsidi meningkat 6,7 persen yoy menjadi Rp113,0 triliun.

Khusus Kredit Program Perumahan (KPP), BTN mencatat total penyaluran mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025, setara dengan hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional.

Adapun total aset konsolidasian tercatat sebesar Rp527,8 triliun atau tumbuh sebesar 12,4 persen yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, perolehan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian tumbuh 14,6 persen yoy dari Rp381,7 triliun pada 2024 menjadi Rp437,4 triliun pada 2025. Kinerja positif pada DPK salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale oleh BTN.

Selanjutnya, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto menurun ke level 3,1 persen. Pencadangan atau NPL Coverage meningkat menjadi 123,9 persen pada akhir tahun 2025, naik 856 bps dari tahun sebelumnya di level 115,4 persen.

Permodalan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang berada di level 20,9 persen per 31 Desember 2025, naik 240 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya di level 18,5 persen.

Pada tahun 2025, BTN juga telah menjalankan aksi korporasi utamanya yakni pendirian anak usaha Bank Syariah Nasional (BSN).

Per akhir tahun 2025, total aset BSN tercatat sebesar Rp73 triliun atau meningkat 20,5 persen yoy. Pertumbuhan itu ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat 25,0 persen yoy menjadi Rp55 triliun.

Sementara DPK BSN juga mencatatkan pertumbuhan dua digit yakni 18,4 persen yoy menjadi Rp59 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp50 triliun. 

Filter