FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Kino Indonesia (KINO) Siapkan Capex Rp 350 Miliar

Administrator - 27/12/2019 10:00

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Kino Indonesia Tbk (KINO) meyakini prospek bisnis barang konsumsi masih cerah pada tahun depan. Oleh karena itu, sebagai pelaku industri sektor konsumer, KINI mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) secara maksimal.

Budi Muljono, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Kino Indonesia Tbk menilai, momentum wait and see sudah usai pasca pemilihan umum di pertengahan tahun ini. Maka pada tahun depan seharusnya mulai tampak penguatan daya beli konsumen.

"Consumer goods merupakan segmen bisnis yang cukup resisten karena merupakan kebutuhan dasar sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh faktor-faktor luar," terang dia kepada KONTAN, Kamis (26/12).

Oleh karena itu, sektor industri ini tetap memiliki daya tarik dan pelaku bisnis akan terus ekspansif untuk memperkenalkan kategori produk baru kepada masyarakat.

Pada tahun depan, manajemen Kino Indonesia mengalokasikan dana belanja modal berkisar Rp 300 miliar hingga Rp 350 miliar. KINO akan menggunakan dana capex untuk menambah kapasitas produksi.

Namun manajemen KINO belum dapat membeberkan besaran penambahan kapasitas produksi tersebut. Satu hal yang pasti, Kino Indonesia pada tahun mendatang akan memperkuat segmen produk yang tingkat penetrasinya masih rendah di pasaran, seperti vitamin rambut.

KINO diketahui memiliki merek vitamin rambut, Ellips, pada kategori produk perawatan dan pemeliharaan tubuh (personal care). Tingkat penjualan pada kategori tersebut berpotensi tumbuh tinggi lantaran belum banyak dimasuki kompetitor.

Di sisi lain, Kino Indonesia secara aktif juga mendorong segmen personal care dengan memberikan pinjaman kepada anak usahanya, PT Ristra Laboratoris Indonesia (RLI) senilai Rp 10 miliar, baru-baru ini. Ristra Laboratoris menggunakan dana pinjaman tersebut untuk menunjang kinerjanya. Ristra Laboratoris bergerak di bidang manufaktur produk perawatan kulit, rambut dan kosmetik dengan brand Ristra.

Berdasarkan laporan keuangan per akhir kuartal ketiga tahun ini, Kino Indonesia mencatatkan penjualan segmen personal care sebesar Rp 1,63 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 28,3% dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,27 triliun. Segmen ini mendominasi penjualan bersih KINO sekitar 46% selama sembilan bulan di tahun ini.

Adapun optimisme KINO, menurut Budi, diperkuat dengan posisi produk mereka yang belum mencapai maturity level yang tinggi. Di segmen minuman, misalnya, KINO memproduksi Cap Kaki Tiga sebagai kategori produk minuman ringan dengan margin lebih baik ketimbang produk air mineral.

Segmen minuman sukses bertengger di posisi kedua penyumbang terbesar penjualan KINO yakni 37% atau senilai Rp 1,31 triliun hingga akhir kuartal ketiga tahun ini. Angka tersebut meningkat 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,1 triliun.

Tahun ini, Kino Indonesia mematok pertumbuhan pendapatan sebesar 30% year-on-year (yoy) menjadi Rp 4,68 triliun. Adapun tahun depan KINO tetap membidik pertumbuhan dobel digit, yakni 15%-20% atau berkisar Rp 5,38 triliun-Rp 5,62 triliun.

Proyeksi tersebut tak terlepas dari pertumbuhan tinggi yang diperoleh Kino Indonesia hingga akhir kuartal ketiga tahun ini. KINO membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 33,85% yoy menjadi Rp 3,48 triliun.

Filter