FAC News
KINERJA Q1 2026 MONCER, TPIA BUKUKAN LABA TERTINGGI SEPANJANG SEJARAH
IQPlus, (13/4) - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau Chandra Asri Group mencatatkan EBITDA kuartalan tertinggi sepanjang sejarah sebesar USD421 juta dan laba bersih USD205 juta pada Kuartal I 2026. Capaian ini mendorong kinerja kilang yang kuat, strategi pengadaan bahan baku yang optimal, serta keberhasilan transformasi Grup menjadi pemain industri terdiversifikasi regional di Asia Tenggara.
Dalam laporan kinerja keuangan yang dirilis perseroan, Senin (13/4), Chandra Asri Group menyebut pencapaian tersebut juga ditopang keberhasilan integrasi aset Shell Singapura dan ritel ExxonMobil Singapura yang diselesaikan dalam setahun terakhir. Integrasi itu memperkuat basis pendapatan dan meningkatkan skala bisnis secara signifikan.
Selain membukukan laba tertinggi, Grup juga mempertahankan likuiditas solid sebesar USD3,8 miliar. Posisi keuangan tersebut dinilai memperkuat ketahanan operasional sekaligus memberikan jaminan strategi untuk mendukung investasi jangka panjang di tengah volatilitas pasar energi dan petrokimia global.
Kinerja positif pada kuartal pertama 2026 terutama didorong oleh meningkatnya margin kilang di tengah mengganggu pasokan dari Timur Tengah. Perseroan berhasil memaksimalkan spread dan throughput melalui optimalisasi pemilihan minyak mentah serta penempatan produk yang adaptif terhadap dinamika pasar. Di sisi lain, strategi sourcing proaktif dan diversifikasi pasokan bahan baku memungkinkan Grup mengolah minyak mentah dan menengah yang lebih menguntungkan, sambil menjaga tingkat pemanfaatan pabrik dan hasil produk tetap tinggi.
Pada segmen petrokimia, meskipun industri masih menghadapi tekanan margin akibat kelebihan pasokan regional dan lemahnya permintaan, Chandra Asri tetap mampu menjaga stabilitas operasi melalui efisiensi biaya, diagnostik bahan baku, dan optimasi nilai rantai terintegrasi. Perseroan juga menuntaskan investasi utama seperti ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon.
Di bidang ekspansi usaha, Grup terus melanjutkan pengembangan infrastruktur melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui anak usaha tersebut, Grup memperkuat kapabilitas logistik, penyimpanan, dan utilitas guna meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menciptakan sumber pendapatan berulang yang stabil.
Perseroan juga menegaskan komitmennya terhadap hilirisasi industri nasional dengan alokasi modal belanja sekitar USD1 miliar untuk pembangunan fasilitas caustic soda dan ethylene dichloride berskala dunia beserta infrastruktur pendukungnya. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Manajemen menilai pencapaian Kuartal I 2026 mencerminkan kekuatan fundamental operasional Grup, sekaligus mempertegas Chandra Asri sebagai pemain utama di sektor energi, kimia, dan infrastruktur Asia Tenggara. Kinerja ini diharapkan mendukung kesinambungan pasokan energi, penciptaan lapangan kerja bernilai tinggi, serta peningkatan daya saing industri nasional dalam jangka panjang.