FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Jakarta Setiabudi Internasional (JSPT) Bidik Pasar Wisata

Administrator - 29/11/2019 09:37

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembang properti dan perhotelan, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk bakal menambah jaringan hotel pada tahun depan. Emiten berkode saham JSPT di Bursa Efek Indonesia ini mengincar bisnis perhotelan di daerah wisata Bali Baru. Tak tanggung-tanggung, manajemen JSPT sudah menyiapkan belanja modal Rp 1 triliun untuk rencana itu.

Daerah wisata tersebut adalah Belitung, Deli Serdang (Medan), Labuan Bajo dan Pulau Natuna. Beberapa di antaranya merupakan bagian dari Bali Baru, yakni daerah pengembangan pariwisata prioritas oleh pemerintah untuk membentuk tempat wisata yang terkenal di mancanegara selain Bali.

Di Deli Serdang, JSPT akan membangun proyek township di lahan seluas 667 hektare (ha), dekat dengan Bandara Kualanamu, Medan. Di Belitung, mereka memiliki land bank seluas 17,5 ha yang akan dikembangkan menjadi area resor di tepi pantai. Di Labuan Bajo, persediaan land bank seluas 5 ha, sedangkan di Natuna seluas 73 ha. JSPT akan mengolah lahan tersebut menjadi area wisata.

"Pengembangan di daerah wisata akan bertahap. Sampai saat ini, kami belum menentukan untuk menggandeng mitra tertentu, namun kami terbuka untuk bekerjasama," ujar LE Chandra Putra Asali, Direktur PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk, dalam paparan publik di apartemen SkyGarden Setiabudi, Jakarta, Kamis (28/11).

JSPT akan memulai proyek tersebut pada tahun depan dengan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 1 triliun. "Sebesar 30% pendanaan berasal dari internal, sisanya dari pinjaman," ungkap Chandra.

JSPT juga mengalokasikan Rp 300 miliar untuk menyelesaikan pengembangan Hotel Andaz di Bali. Hotel bintang lima di lahan seluas 6,2 ha di Sanur, Bali, tersebut harus kelar pada pertengahan 2020. Hotel akan berisi 149 kamar.

Di sisi lain, JSPT akan menggunakan sebagian capex untuk melanjutkan proyek mixed-use di Mega Kuningan. Proyek ini mengintegrasikan office space dengan 248 kamar lifestyle hotel dan ritel. Manajemen JSPT menargetkan operasional proyek itu pada 2021 mendatang.

Bagi JSPT, bisnis perhotelan menjadi fokus ke depan lantaran memberikan pendapatan stabil. Saat ini JSPT mengoperasikan total 2.539 kamar hotel yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Bali dan Semarang. "Recurring income dari sektor hotel kami cukup stabil. Sektor ini pula yang menjadi kontributor dominan pendapatan perusahaan sebesar 76%. Sisanya, pendapatan diterima dari office, ritel dan terakhir residensial," kata Direktur Keuangan JSPT, Lim Merry.

Pendapatan residensial berkontribusi paling kecil dibandingkan hotel dan perkantoran lantaran ada penurunan. Hal ini merupakan imbas pelemahan daya beli masyarakat terhadap produk properti residensial. Hingga akhir September 2019, pendapatan dari residensial hanya Rp 29,93 miliar, merosot drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 293,40 miliar.

Kelesuan ini berpotensi masih berlanjut. Kondisi ini pula yang menjadi pertimbangan JSPT untuk lebih fokus ke bisnis perhotelan. "Pengembangan segmen residensial akan kami kaji lebih lanjut mengingat saat ini trennya stagnan, bahkan cenderung melemah," ujar Merry.

Segmen residensial JSPT terdiri dari Puri Botanical seluas 135 ha dan Apartemen SkyGarden Setiabudi di Jakarta seluas 1,5 ha dengan 586 unit. Proyek lainnya berada di Yogyakarta yakni Hyarta EcoVillage seluas 4,3 ha dengan 108 unit town house.

Filter