FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

INDOSAT CATAT PENDAPATAN Rp56,518 TRILIUN DI 2025

Administrator - 09/02/2026 14:19

IQPlus, (9/2) - PT Indosat Tbk. (ISAT) Pendapatan tercatat sebesar Rp56,518 triliun pada tahun 2025, meningkat sebesar Rp631,2 miliar atau naik sebesar 1,1% dibandingkan 2024. Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap milik Perusahaan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83,8%, 14,8%, dan 1,4% terhadap pendapatan konsolidasian yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.

Menurut keterangan perseroan Senin, Beban - beban sebesar Rp45,243 triliun pada 2025, naik sebesar Rp194,2 miliar atau 0,4% lebih tinggi dibandingkan 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa, penyusutan dan amortisasi, beban umum dan administrasi, yang diimbangi dengan penurunan beban karyawan, beban pemasaran, dan kenaikan penghasilan (beban) operasional lain-lain bersih.

Beban lain-lain - bersih: Perusahaan mencatat beban sebesar Rp3,99 triliun, menurun sebesar Rp115,1 miliar atau 2,8% lebih rendah dibandingkan 2024 disebabkan oleh penurunan biaya keuangan dan kenaikan keuntungan selisih kurs bersih yang diimbangi oleh penurunan penghasilan bunga.

Laba Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp5,509 triliun atau meningkat sebesar Rp598,9 miliar, terutama disebabkan kenaikan pendapatan, penurunan beban karyawan, pemasaran, beban lain-lain-bersih dan kenaikan penghasilan (beban) operasional lain-lain - bersih yang dimbangi oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa, umum, administrasi, penyusutan dan amortisasi.

Aset lancar meningkat sebesar 27,7% menjadi Rp19,00 triliun, terutama disebabkan oleh kenaikan aset yang dimiliki untuk dijual, kas dan setara kas, piutang usaha, dan bagian lancar dari beban dibayar dimuka.

Aset tidak lancar meningkat sebesar 0,1% menjadi Rp99,626 triliun terutama disebabkan oleh kenaikan aset tetap dan piutang kepada pihak berelasi yang sebagian dikompensasi oleh penurunan aset tidak berwujud lainnya, pembayaran dimuka jangka panjang, serta aset pajak tangguhan.

Liabilitas jangka pendek menurun sebesar 1,6% menjadi Rp30,499 triliun terutama disebabkan oleh penurunan liabilitas imbalan kerja jangka pendek, liabilitas jangka pendek lainnya, dan akrual, yang dikompensasi oleh kenaikan bagian lancar utang pengadaan, utang usaha, pendapatan diterima di muka, dan utang pajak.

Liabilitas jangka panjang meningkat sebesar 4,1% menjadi Rp48,62 triliun terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka panjang dan pendapatan dimuka jangka panjang, yang dikompensasi oleh penurunan liabilitas sewa jangka panjang dan utang obligasi.

Filter