FAC News
Emiten Batubara Kerek Produksi Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju bisnis batubara masih tertahan lantaran harga komoditas energi itu bergerak fluktuatif. Kondisi itu turut mempengaruhi produsen batubara untuk menentukan rencana kerja dan produksi pada tahun depan.
Selama Januari hingga Desember tahun ini, rata-rata harga batubara acuan (HBA) hanya berkisar US$ 77,89 per ton. Padahal di tahun lalu, rata-rata HBA mencapai US$ 98,96 per ton.
Kendati pasar batubara masih dibayangi ketidakpastian, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memastikan akan tetap meningkatkan produktivitas. Pada tahun depan, BUMI membidik pertumbuhan produksi batubara sebesar 5% ketimbang proyeksi tahun ini 87 juta ton-90 juta ton.
Jika mengacu angka tadi, maka target produksi batubara BUMI di sepanjang 2019 mencapai 91,35 juta ton hingga 94,5 juta ton.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk, Dileep Srivastava, menyebutkan BUMI selalu berupaya secara konsisten meningkatkan produksi batubara dari tahun ke tahun.
Sejauh ini, BUMI belum mengumumkan realisasi produksi batubara sepanjang tahun 2019 berjalan. "Kami pastikan tetap mengejar pertumbuhan produksi 5% tahun depan, terlepas dari berapapun realisasi produksi batubara pada tahun ini," ungkap Dileep, Jumat (6/12) pekan lalu.
Produksi batubara BUMI masih akan berasal dari tambang PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia. Kami telah menginvestasikan banyak dana untuk mendorong produksi batubara hingga 100 juta ton di masa mendatang, tutur Dileep.
PT ABM Investama Tbk (ABMM) juga siap mengerek produksi batubara pada tahun depan. "Kami menargetkan produksi batubara 15 juta ton pada 2020," ujar Direktur PT ABM Investama Tbk, Adrian Erlangga, Jumat (6/12).
Proyeksi itu lebih tinggi daripada target produksi batubara ABMM di tahun ini 11 juta ton. Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, mereka telah memproduksi 8,5 juta ton batubara atau naik 19,72% year-on-year (yoy).
ABMM sebenarnya sudah memiliki gambaran produksi batubara hingga lima tahun ke depan. Namun Adrian belum bisa menjelaskan proyeksi produksi batubara lebih rinci.
Penting bagi ABMM untuk menetapkan target produksi batubara secara jangka panjang. Kalau target sudah ditetapkan jauh-jauh hari, kami bisa menyiapkan alat tambang yang dibutuhkan lebih cepat, ungkap Adrian.
Sementara PT Indika Energy Tbk (INDY) belum menentukan target produksi batubara di tahun 2020. Terkait target produksi, saat ini masih dalam diskusi dan menunggu persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2020, kata Head of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk, Leonardus Herwindo, akhir pekan lalu.
Tahun ini, INDY membidik produksi 34 juta ton dari tambang PT Kideco Jaya Agung dan 1,5 juta ton dari tambang PT Multi Tambangjaya Utama. Per Oktober 2019, Kideco memproduksi 28,7 juta ton batubara dan Multi Tambangjaya mengeduk 1,3 juta ton.
Setali tiga uang, Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), Sudin Sudirman, menyatakan kepastian target produksi batubara masih harus menunggu persetujuan RKAB. "Namun ada kenaikan target produksi batubara di tahun depan," terang dia, Jumat (6/12).
Tahun ini, manajemen Golden Energy Mines memproyeksikan produksi sekitar 30 juta ton batubara. Hingga akhir September sudah realisasi 20,7 juta ton.
Sedangkan PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) memperkirakan produksi batubara tahun depan di kisaran 4 juta hingga 5 juta ton. Angka itu tak jauh berbeda dari target produksi tahun ini yang mencapai 5 juta ton.