FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

ELNUSA : KENAIKAN HARGA MINYAK BUKA PELUANG PENINGKATAN EKSPLORASI

Administrator - 06/03/2026 09:41

IQPlus, (6/3) - PT Elnusa Tbk (Elnusa) menilai apabila kenaikan harga minyak dunia berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, maka dapat membuka peluang meningkatnya aktivitas eksplorasi maupun eksploitasi di lapangan-lapangan marginal atau terpencil.


"Dengan kenaikan harga minyak dan apabila harga ini sustainable (berkelanjutan) di level harga yang baru, ini akan membuka peluang dilakukannya eksplorasi-eksplorasi maupun eksploitasi di lapangan yang selama ini mungkin cukup marginal," ujar Direktur Keuangan PT Elnusa Nelwin Aldriansyah dalam acara buka puasa bersama yang digelar di Jakarta, Kamis.

Harga minyak mentah jenis Brent (ICE) telah menyentuh 83 dolar AS per barel, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak mentah jenis Brent (ICE) pada Januari 2026 yang sebesar 64 dolar AS per barel.

Nelwin menjelaskan, ketika harga minyak mentah berada di bawah 60 dolar AS per barel, pelaku industri minyak dan gas bumi (migas) di tingkat hulu menilai lapangan-lapangan minyak marginal tidak layak untuk digarap.

Ketidaklayakan itu dilatarbelakangi oleh nilai jual yang rendah, sehingga tidak memberi keuntungan ekonomi bagi pelaku industri hulu migas.

"Dibandingkan negara-negara di Timur Tengah, biaya lifting migas di Indonesia itu cukup tinggi. Jadi, pada saat (harga minyak) 60 dolar AS per barel, mungkin di Timur Tengah masih ekonomis, tetapi di Indonesia, utamanya offshore (lepas pantai) itu belum ekonomis," ucapnya.

Oleh karena itu, apabila harga minyak saat ini yang berada di atas 80 dolar AS per barel bertahan untuk jangka waktu yang panjang, Nelwin meyakini pelaku industri hulu migas akan semangat untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi lapangan migas.

Dengan peningkatan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi, Nelwin memproyeksikan kebutuhan layanan survei seismik, pengeboran, dan lain-lain juga akan meningkat.

"Tentunya ini akan berimbas positif pada peningkatan kegiatan usaha yang ada di Elnusa, dan mungkin juga di beberapa anak perusahaan," ucap Nelwin.

Media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz telah "secara efektif" ditutup menyusul serangan AS-Israel.

Adapun Selat Hormuz menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global, atau sekitar 20 juta barel, melintasi koridor tersebut. 

Filter