FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Ekspor Mobil Melimpah, Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Mendulang Berkah

Administrator - 22/01/2020 09:53

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk sebagai perusahaan pengelola terminal kendaraan optimistis kinerjanya akan terus membaik seiring peningkatan ekspor kendaraan. Tahun ini, emiten bersandi saham IPCC ini membidik pendapatannya naik 5%-10% year on year (yoy).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor kendaraan dan bagiannya sepanjang tahun 2019 mencapai US$ 8,16 miliar, naik 8,06% secara yoy. Ini pula yang menjadikan IPCC banyak melayani bongkar muat ekspor kendaraan.

Secara keseluruhan IPCC menangani kendaraan penumpang sebanyak 581.272 unit atau tumbuh 37,97% ketimbang tahun 2018 sejumlah 421.288 unit.

Dari jumlah tersebut, kegiatan bongkar muat ekspor menyumbang sebanyak 330.788 unit atau naik 27,55% dibandingkan periode sama di tahun lalu yang sebanyak 259.330 unit mobil. Sedangkan impor hanya 75.731 unit, lebih rendah 6,70% dibanding tahun 2018 yang mencapai 81.171 unit.

Investor Relations IPCC Reza Priyambada mengatakan, meningkatnya aktivitas bongkar muat karena keran ekspor mobil kian deras. Ini lantaran permintaan mobil buatan Indonesia di pasar ekspor terus meningkat, terutama ke Filipina.

Reza optimistis ekspor mobil akan semakin besar pada tahun ini. "Ini akan menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi IPCC untuk meningkatkan performance," ujar Reza, Selasa (21/2).

Dengan alasan itu pula, IPCC menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 5%-10%. Hingga kuartal III 2019, pendapatan usaha IPCC hanya Rp 259,52 miliar, anjlok 32,38% secara yoy.

Untuk mencapai target tersebut, IPCC berkomitmen meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada para stakeholder atau mitra, kemudian mulai menjajakan kemitraan dengan berbagai stakeholder. "Entah itu dengan perusahaan bongkar muat, logistik (truk yang membawa mobil), atau melakukan kemitraan dengan shipping line," tutur Reza.

IPCC juga akan melakukan pertumbuhan lain secara anorganik. Reza menuturkan, ada rencana IPCC masuk ke bisnis baru. "Bisnis baru ini bisa juga bisnis yang masuk ke ekosistem kepelabuhan, atau non kepelabuhan," kata Reza tanpa merinci.

IPCC juga siap ekspansi untuk menambah layanan. Ekspor mobil pada periode mendatang diperkirakan akan terjadi perubahan. Ke depan, tren mobil listrik juga akan mulai banyak digunakan.

"Pasti di IPCC juga harus ada persiapan jangan sampai nanti ada orang yang mau impor mobil listrik atau ekspor mobil listrik, kita tak siap infrastrukturnya, itu kan kita harus pikirkan juga," jelas Reza.

Belanja modal

Secara umum, IPCC bakal mengembangkan usaha tahun ini dengan mengandalkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebanyak Rp 250 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk sejumlah investasi. Mulai dari perluasan lahan, perbaikan lahan, memperbaharui sarana infrastruktur, kegiatan pembangunan gedung parkir baru dan untuk akuisisi lahan.

IPCC berencana membangun gedung parkir vertikal di Pelabuhan Tanjung Priok yang terdiri dari empat lantai. Luas setiap lantainya sekitar 1 hektare (ha), sehinga didapat tambahan tiga lantai atau 3 ha karena lantai dasar adalah lahan existing.

Pembangunan ini membutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga delapan bulan. "Kalau misalnya dwelling time 6 hari dan ground slot capacity 800 unit, maka kami akan dapat tambahan kapasitas 144.000 unit mobil," papar Reza.

Saat ini, rencana pembangunan gedung parkir itu sedang dalam tahap penyelesaian administrasi. Manajemen perusahaan ini berharap, rencana ini bisa cepat terlaksana. "Karena realisasi ekspansi juga mempengaruhi income," terang Reza.

Terkait dana investasi, Reza mengaku IPCC sudah siap menggunakan kas internal perusahaan. "Kami masih punya dana cash internal sekitar Rp 400 miliar yang ada di bank. Jadi dana internal sudah mencukupi," jelas Reza.

Filter