FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

BUAH Kunci Dividen Final Rp12,5/Saham, Ungkap Rencana Besar 2026

Administrator - 26/05/2026 14:36

EmitenNews.com - PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH) menyetujui pembagian dividen final yang tertakar sebesar Rp25 miliar atau setara Rp12,5 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diketuk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Dengan tambahan dividen final tersebut, total dividen BUAH untuk tahun buku 2025 mencapai Rp50 miliar. Sebelumnya, perseroan telah lebih dulu membagikan dividen interim Rp25 miliar.

Mengacu harga saham intraday Selasa (26/5/2026) di level Rp525, dividen final Rp12,5 per saham mengindikasikan dividend yield sekitar 2,38 persen.

Direktur Utama BUAH Renny Lauren dalam agenda Paparan Publik usai agenda RUPST Selasa (26/5) mengatakan pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang 2025 ditopang peningkatan penjualan segmen buah-buahan dan ayam beku, seiring ekspansi distribusi dan penguatan penetrasi pasar di berbagai daerah.

Sepanjang 2025, BUAH membukukan pendapatan Rp3,27 triliun atau melonjak 47,7 persen secara tahunan. Laba bersih juga meningkat 42,7 persen menjadi Rp50,4 miliar. Kontribusi penjualan masih didominasi Pulau Jawa sebesar Rp2,1 triliun, namun perseroan terus memperluas jaringan di luar Jawa.

Hingga akhir 2025, BUAH telah memiliki 18 cabang distribusi. Pada 2025 perseroan membuka cabang baru di Jayapura dan Ternate, sedangkan pada 2026 ekspansi dilanjutkan melalui pembukaan cabang di Lampung serta pembangunan cabang baru di Gorontalo.

“Kendati demikian, kami menegaskan bahwa strategi ekspansi ini dieksekusi dengan prinsip kehati-hatian yang sangat ketat. Pembukaan cabang baru tidak dilakukan secara agresif tanpa perhitungan,” papar Renny.

Untuk menopang ekspansi tersebut, BUAH kembali menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp12 miliar pada 2026, relatif stabil seperti halnya di tahun 2025 yang juga Rp12 miliar.

Dana itu akan difokuskan untuk modernisasi cold storage serta penambahan armada berpendingin guna menjaga kualitas produk hingga wilayah timur Indonesia.

“Capex 2026 kami anggarkan sekitar Rp12 miliar, fokusnya untuk penguatan infrastruktur cold storage dan armada distribusi,” tutur manajemen.

Di tengah volatilitas nilai tukar rupiah dan kenaikan biaya logistik seperti bensin, BUAH mengaku menerapkan strategi mitigasi melalui diversifikasi mata uang impor, terutama transaksi berbasis renminbi (RMB) untuk produk asal China yang mencapai sekitar 66 persen dari total impor perseroan.

Selain itu, BUAH juga mulai merasakan dampak positif program pemerintah terkait peningkatan konsumsi pangan bergizi. Perseroan menyebut perubahan pola konsumsi dari sebelumnya Ultra Processed Food (UPF) dalam program makan bergizi gratis (MBG) mendorong peningkatan permintaan buah-buahan segar.

Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan laba bersih sekitar Rp80 miliar dengan tetap mengedepankan strategi pertumbuhan prudent dan efisiensi operasional.

Perseroan juga membuka peluang melakukan buyback saham di tengah pelemahan harga saham sepanjang tahun berjalan, meski hingga kini masih dalam tahap kajian internal.

“Untuk buyback saham ini masih dalam perencanaan, namun kami belum dapat menyebutkan apakah dapat direalisasikan,” kata Renny.

Di sisi lain, BUAH tengah menyusun strategi pemenuhan ketentuan free float 15 persen di Bursa Efek Indonesia yang ditargetkan bertahap hingga 2027–2029.

Filter