FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

Berangsur Pulih, Rugi Bersih Tins Berkurang Di Triwulan Iii 2020

Administrator - 04/11/2020 09:14

IQPlus, (4/11) - Uji coba vaksin di beberapa negara telah membawa harapan baik bagi pulihnya pasar komoditas logam. Pada kuartal III-2020 permintaan logam timah tercatat 85,7 Kiloton atau naik sebesar 8,07% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 79,3 Kiloton. Defisit logam timah pada kuartal III-2020 menyebabkan harga logam timah terus membaik dan berpotensi kembali ke harga semula pada awal tahun 2021.

PT TIMAH Tbk (TINS) mencatatkan ekspor timah sebesar 98%, sedangkan sisanya untuk pasar domestik. Adapun destinasi ekspor TINS sampai dengan kuartal III-2020 adalah benua Asia 68%, Eropa 15% dan Amerika 15%.

Sampai dengan kuartal III-2020 tercatat produksi bijih timah sebesar 34.592 ton atau turun sebesar 47,44% (2019: 65.819 ton). Dari pencapaian tersebut 74,56% berasal dari penambangan darat, sedangkan sisanya 25,44% berasal dari penambangan laut. Produksi logam timah pada kuartal III-2020 sebesar 37.588 ton atau turun sebesar 35,37% (2019: 58.157 ton).

Penjualan logam timah pada periode tersebut sebesar 45.548 ton atau turun sebesar 9,49% (2019: 50.326 ton). Adapun harga rata-rata jual logam timah menjadi USD16.832 atau turun sebesar 21,73% (2019: USD19.083).

Kinerja keuangan per 30 September 2020 mencatatkan pendapatan sebesar Rp11,88 triliun, lebih rendah 18,42% dari tahun lalu (2019: Rp14,56 triliun). Adapun beban pokok pendapatan mengalami penurunan sebesar 17,88% menjadi Rp11,12 triliun (2019: Rp13,53 triliun).

Perspektif kuartal III-2020 dibandingkan dengan kuartal II-2020 menunjukkan perbaikan antara lain Gross Profit Margin (GPM) yang naik menjadi 6,40% dari sebelumnya 3,13%. Pada kuartal III-2020 tercatat laba kotor sebesar Rp 760,02 miliar atau naik signifikan dari kuartal II-2020 sebesar Rp 249,94 miliar.

Di samping itu, Net Profit Margin (NPM) meningkat dari sebelumnya -4,89% menjadi -2,15%. Pada kuartal III-2020 tercatat rugi bersih sebesar Rp 255,16 miliar, lebih baik dibandingkan kuartal II-2020 rugi bersih sebesar Rp 390,07 miliar.

Pada kuartal III-2020 tercatat cashflow operasi sebesar Rp 4,84 triliun, naik dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp 3,17 triliun. EBITDA pada kuartal III-2020 sebesar Rp 850,36 miliar meningkat jika dibandingkan kuartal II-2020 yang sebesar Rp 338,72 miliar. Membaiknya cashflow operasi dan EBITDA merupakan indikator sehatnya finansial emiten, sehingga TINS mampu membayar sebagian kewajiban jangka pendeknya dan hutang obligasi.

Posisi utang bank jangka pendek sebesar Rp 4,74 triliun turun sebesar 46,10% (2019: Rp 8,79 triliun). Kondisi Saat ini dan Prospek ke Depan TINS terus bertransformasi menjadi perusahaan yang inovatif dan ramah lingkungan dalam eksploitasi timah di wilayah operasionalnya. Penambangan dilakukan melalui prosedur Good Mining Practice (GMP) yang berprinsip effective and cost-friendly mining method dalam penambangan timahnya.

Eksplorasi terus dilakukan untuk mendukung keberlangsungan bisnis TINS ke depannya. Bangka Belitung masih akan menjadi lokasi utama penambangan timah, karena potensinyayang diprediksi cukup besar. Namun demikian tipe exploitable tin deposit akan berubah dari alluvial reserve menjadi primary reserve dengan tetap mengedepankaneffective and cost-friendly mining method.

"Potensi cadangan timah di Bangka Belitung masih besar, terutama untuk tipe primer yang banyak ditemukan di berbagai lokasi baru yang diterus dilakukan eksplorasinya. Cadangan baru ini akan menjadi harapan akan keberlangsungan bisnis pertimahan di masa depan,"ujar Wibisono selaku Direktur Keuangan TINS.

Filter