FAC News
Bank BTN (BBTN) Menargetkan Laba Bersih Rp 3 Triliun Tahun Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) alias Bank BTN menargetkan pertumbuhan kredit bisa mencapai 9%-10% pada 2020.
Angka ini mengikuti target penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang rencananya akan diberikan BBTN pada tahun ini, yakni sebanyak 220.000 unit-230.000 unit.
Direktur Finance, Treasury & Strategy BBTN Nixon L. Napitupulu mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari Fasilitas Likuidtas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 110.000 unit dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 40.000 unit-45.000 unit.
Selain itu ada Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) kurang lebih 40.000 unit. "Ada juga target KPR untuk rumah non-subsidi yang sebanyak 30.000 unit-40.000 unit." kata Nixon, Senin (20/1).
Sejalan dengan target tersebut, Nixon memprediksi Bank BTN bisa membukukan laba bersih Rp 3 triliun pada tahun ini. Nixon optimistis target tercapai. Apalagi, BBTN sudah bersiap menghadapi aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 dengan meningkatkan rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sejak 2019 lalu.
"Bentuk CKPN Rp 3,7 triliun tersebut terjadi pada 2019. Jadi, laba tahun kemarin pasti turun. Akan tetapi, ini hanya terjadi sekali saja," ucap dia.
Oleh karena itu, Nixon melihat, laba Bank BTN pada 2020 akan naik kembali. Sebagai gambaran, per kuartal III-2019, BBTN mencatatkan laba bersih Rp 801 miliar. Jumlah ini turun 42,58% dari periode sama tahun 2018 yang sebesar Rp 1,39 triliun. Untuk mendanai ekspansi kredit tahun ini, BBTN akan menerbitkan obligasi subordinasi atau junior global bond dengan target perolehan US$ 300 juta.
Berdasarkan pemberitaan KONTAN sebelumnya, dari hasil penawaran umum, surat utang ini meraih kelebihan permintaan hingga 12,3 kali dengan nilai permintaan yang masuk sebesar US$ 3,6 miliar.
BBTN juga bakal lebih gencar menyasar segmen mass market dan meningkatkan akuisisi nasabah baru di segmen emerging affluent dan affluent melalui proporsi digital banking. Sedangkan untuk biaya operasional lain, Bank BTN akan fokus menggelar efisiensi biaya, di antaranya pengadaan barang dan jasa serta biaya sewa.