FAC Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

FAC News

BANK ALADIN SYARIAH BIDIK DANA Rp2 TRILIUN LEWAT PENAWARAN UMUM SUKUK BERKELANJUTAN

Administrator - 02/01/2026 14:34

IQPlus, (02/1) - PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) resmi memulai langkah penguatan struktur pendanaan melalui penerbitan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025. Dalam aksi korporasi ini, emiten bank digital syariah tersebut menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp500 miliar dari total target plafon Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) yang mencapai Rp2 triliun.

Berdasarkan prospektus yang dirilis pada Rabu (31/12/2025), sukuk ini ditawarkan dengan imbal hasil sebesar 8,25% per tahun dan memiliki tenor selama 370 hari. Penerbitan instrumen ini secara khusus menyasar investor profesional sebagai upaya Perseroan mendiversifikasi basis pendanaan.

Manajemen Bank Aladin Syariah menjelaskan bahwa penerbitan sukuk ini merupakan strategi krusial untuk mengatasi ketidakseimbangan profil jatuh tempo (maturity mismatch). Saat ini, pendanaan bank masih didominasi oleh deposito jangka pendek dengan tenor 1-3 bulan, sementara portofolio pembiayaan yang disalurkan mayoritas memiliki tenor menengah hingga panjang.

Pasalnya, ketidakseimbangan ini menimbulkan risiko likuiditas jika tidak dikelola efektif. Melalui sukuk ini, Perseroan berupaya meningkatkan stabilitas sumber dana dan mengurangi ketergantungan pada deposito jangka pendek.

Adapun seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sepenuhnya untuk mendukung penyaluran pembiayaan guna memacu kinerja Perseroan.

Terkait keamanan instrumen, BANK telah mengantongi peringkat A-sy (Single A Minus Syariah) dari PT Kredit Rating Indonesia. Dalam hajatan ini, PT KB Valbury Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana dan penjamin emisi, sementara posisi wali amanat dipercayakan kepada PT Bank KB Indonesia Tbk.

Masa penawaran sukuk berlangsung mulai 31 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Selanjutnya, proses penjatahan akan dilakukan pada 6 Januari 2026, diikuti distribusi secara elektronik pada 8 Januari 2026, dan diakhiri dengan pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2026. 

Filter